Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mengapa Pendampingan Orang Tua Penting dalam Penggunaan Media Sosial Remaja, Berikut Saran Ahli!

 Gana Buana
11/12/2025 21:56
Mengapa Pendampingan Orang Tua Penting dalam Penggunaan Media Sosial Remaja, Berikut Saran Ahli!
Pendampingan Orang Tua Penting dalam Penggunaan Media Sosial Remaja.(Dok. Freepik)

PSIKOLOG anak dan remaja, Vera Itabiliana, menyoroti bagaimana penggunaan media sosial dapat membawa pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis remaja, terutama dalam proses mereka memahami serta membangun identitas diri.

Menurut Vera, perubahan paling mencolok terlihat pada cara remaja membentuk konsep tentang siapa diri mereka.

“Remaja kini jauh lebih cepat terpapar pada beragam standar sosial, tren, dan opini publik. Hal ini menjadikan proses pencarian jati diri, yang seharusnya berlangsung secara alami, menjadi semakin kompleks,” ujarnya dilansir dari Antara, Kamis (11/12).

Eksplorasi Jati Diri yang Terganggu Paparan Informasi

Dalam kondisi ideal, pencarian identitas memerlukan waktu, pengalaman langsung, dan interaksi nyata. Namun, aliran informasi tanpa henti di media sosial dapat membuat remaja cenderung mendefinisikan diri berdasarkan sudut pandang orang lain, bukan dari pengalaman pribadi mereka sendiri.

Remaja juga dinilai lebih rentan mengalami kesulitan dalam mengelola emosi.

“Mereka lebih mudah membandingkan kehidupan diri dengan orang lain, lebih sensitif terhadap komentar sosial, dan sering kali mencari validasi eksternal,” kata Vera.

Ia menambahkan bahwa mekanisme reward seperti likes dan notifikasi sangat menarik bagi otak remaja yang sedang haus stimulasi.

Manfaat Media Sosial Tetap Ada, Asal Ada Pendampingan

Meskipun memiliki potensi risiko, Vera mengakui bahwa media sosial juga menawarkan banyak peluang positif. Platform-platform tersebut dapat menjadi ruang untuk berekspresi, belajar hal baru, hingga membangun jejaring sosial yang sehat.

Namun, ia menegaskan pentingnya pengawasan. “Tanpa pendampingan dari orang tua atau orang dewasa, dampak negatifnya bisa jauh lebih dominan,” tuturnya.

Remaja: Kelompok Paling Rentan

Vera menjelaskan bahwa secara biologis, remaja belum memiliki kemampuan kontrol diri yang matang. Bagian prefrontal cortex, yang bertugas mengatur pengambilan keputusan dan penilaian risiko, masih dalam tahap berkembang.

Akibatnya, remaja mudah terdorong oleh impuls, sulit menahan diri, dan tidak selalu mampu memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka di dunia digital.

Selain faktor biologis, kebutuhan akan penerimaan sosial serta perubahan hormonal membuat emosi remaja lebih fluktuatif dan mereka pun semakin peka terhadap respons orang lain. Kombinasi faktor tersebut menjadikan remaja lebih rentan terhadap tekanan yang hadir di ruang digital.

Pentingnya Pendampingan dan Literasi Digital

Untuk meminimalkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan mental remaja, Vera menekankan perlunya:

  • Pendampingan aktif dari orang tua
  • Peningkatan literasi digital
  • Penguatan konsep diri remaja

Dengan bekal tersebut, remaja dapat menggunakan media sosial secara lebih sehat dan bijaksana. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik