Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Juliari P. Batubara menerima piagam penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Penghargaan diberikan atas komitmen dan langkah nyata Kementerian Sosial mendukung perlindungan dan perkembangan anak.
“Saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan ini. Saya pastikan Kemensos akan terus memperkuat perlindungan anak baik melalui program maupun anggaran,” kata Mensos Juliari usai menerima piagam penghargaan dari KPAI, Rabu (22/7).
Dia menyatakan penghargaan ini bermakna penting di tengah masih tinggi angka kekerasan terhadap anak. Mensos berharap semua pihak terkait, orangtua, pendidik, tokoh masyarakat, dapat bahu membahu melindungi anak dari kekerasan.
"Kami pastikan Kemensos memberikan dukungan penuh terhadap perlindungan anak. Perlindungan anak yang paling penting. Kami ada direktorat anak yang kami pastikan mendapat dukungan terbesar di Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial," katanya.
Dari berbagai pemberitaan, Mensos dapat merasakan bagaimana anak masih berada di lingkungan yang rawan dan membahayakan. Apalagi sebagian potensi ancaman datang dari lingkungan terdekat, termasuk anggota keluarganya sendiri.
Baca juga : Orangtua Jadi Sahabat Anak Selama Belajar di Rumah
"Padahal anak ini kan anugerah dari Tuhan yang harus kita rawat, lindungi, dan kita didik karena merupakan aset masa depan," kata Mensos.
Dia mengingatkan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak di masa sekarang.
Penghargaan KPAI diberikan mengacu pada monitoring evaluasi perlindungan anak berbasis digital yaitu Sistem Monitoring Evaluasi dan Pelaporan (SIMEP). Terdapat 11 kategori yang mendapatkan piagam penghargaan, termasuk di antaranya kategori kementerian/lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan sebagainya.
Penghargaan ini dipandang Mensos sebagai sinyal bagi jajaran Kemensos agar tidak berhenti menempuh berbagai upaya untuk meningkatkan perlindungan kepada anak. (OL-7)
Psikolog Sani B. Hermawan mendukung PP Tunas (PP No 17 Tahun 2025) sebagai langkah darurat melindungi anak di bawah 16 tahun dari kejahatan digital.
Guru Besar IPB Prof Euis Sunarti menekankan pentingnya pembangunan ramah keluarga sebagai basis kebijakan nasional untuk mengatasi depresi remaja dan kemiskinan.
Psikolog Michelle Brigitta membagikan tips mengatasi post holiday blues pada anak, mulai dari validasi emosi hingga mengatur ulang rutinitas harian.
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
KpAI meminta media massa, khususnya lembaga penyiaran, berperan aktif mengawal implementasi PP Tunas
Permen tersebut mengatur secara teknis berbagai ketentuan dalam PP Tunas, termasuk pengelolaan akun anak dan profil risiko pada platform digital.
KPAI MENYOAL keputusan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka di tengah krisis global butuh kesiapan
Seorang anak berinisial YBS yang baru menginjak 10 tahun di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli buku dan pena untuk perlengkapan sekolah.
KPAI mendorong penerapan tiga pilar utama dalam pemulihan trauma anak di wilayah terdampak bencana. Pilar pertama adalah trauma healing berbasis resiliensi ekologis (eco-healing).
KONTEN bertajuk 'Sewa Pacar 1 Jam' buatan konten kreator berinisial SL, warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berbuntut panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved