Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof Euis Sunarti, menegaskan bahwa pembangunan ramah keluarga merupakan prasyarat mutlak dalam mewujudkan individu berkualitas, masyarakat madani, serta bangsa yang beradab. Konsep ini menempatkan keluarga bukan sekadar unit sosial terkecil, melainkan basis utama dalam perumusan kebijakan lintas sektor pembangunan nasional.
Dalam program IPB Podcast di kanal YouTube IPB TV, Prof Euis menjelaskan bahwa gagasan pembangunan ramah keluarga lahir dari perjalanan akademik panjang. Ia menyoroti bahwa idealnya pembangunan harus bermuara pada keluarga yang berketahanan, sejahtera, dan berkualitas.
"Namun, faktanya masih terdapat kesenjangan. Memang masih ada gap di situ," ujar Prof Euis dikutip Minggu (5/4).
Ia mengidentifikasi sejumlah faktor laten yang terus mengancam ketahanan keluarga di Indonesia, mulai dari tekanan ekonomi, kemiskinan, kerentanan sosial, hingga ancaman terhadap tumbuh kembang anak dan remaja.
Prof Euis menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah, baik yang secara eksplisit menyasar keluarga maupun tidak, pasti memiliki dampak terhadap kualitas kehidupan domestik. Kebijakan pajak, aturan ketenagakerjaan, sistem pengupahan, hingga kurikulum pendidikan dan arah industri memiliki implikasi langsung maupun tidak langsung.
Oleh karena itu, integrasi kebijakan lintas sektor menjadi sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih atau pertentangan yang justru merugikan keluarga.
"Semua pihak harus memikirkan bahwa kebijakan dan programnya akan berdampak kepada keluarga, sehingga harus mencari mana yang terbaik agar keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya," jelasnya.
Salah satu isu krusial yang disoroti adalah kesehatan mental generasi muda. Berdasarkan data yang dipaparkannya, terdapat urgensi besar untuk melakukan intervensi komprehensif terhadap remaja Indonesia.
| Indikator Masalah | Temuan/Data |
|---|---|
| Tingkat Depresi Remaja | Tinggi (Berdasarkan survei kesehatan terbaru) |
| Akses Bantuan Kesehatan Mental | Hanya sekitar 10% yang mendapatkan bantuan |
| Faktor Tekanan Utama | Ekonomi, kemiskinan, dan kerentanan sosial |
Untuk mewujudkan konsep tersebut, Prof Euis mengusulkan tiga pilar implementasi di tingkat tapak, yaitu:
Dalam hal ini, pemerintah memegang peran sebagai aktor utama melalui regulasi dan koordinasi lintas kementerian. Sementara itu, kalangan akademisi berperan melalui Tridarma Perguruan Tinggi untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis data dan inovasi pendukung.
Menutup penjelasannya, Prof Euis memberikan pesan khusus bagi generasi muda sebagai calon pembangun keluarga. Ia meminta mereka menyiapkan kematangan secara holistik, mulai dari aspek fisik, mental, sosial, emosional, hingga moral dan spiritual.
"Penuhi prestasi perkembangannya sesuai umur, lalu tingkatkan kapasitasnya. Insyaallah bisa membangun keluarga yang berketahanan," pungkasnya. (Z-1)
Psikolog ingatkan bahaya algoritma media sosial yang picu ketergantungan dan perilaku konsumtif pada remaja. Simak cara mengatasinya di sini.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved