Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
TELAH beredar informasi di media sosial yang mengklaim bahwa tes swab usap hidung dapat membahayakan sawar darah otak yakni, membran semipermeabel yang memisahkan darah dari cairan lain di otak.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, faktanya klaim itu salah. Para ahli mengatakan bahwa tes swab Covid-19 tidak dilakukan di dekat penghalang darah otak dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia.
Dilansir dari laman factcheck.afp.com gambar itu sudah sering dibagikan bersama klaim serupa di sejumlah medsos seperti Facebook dan Instagram. Klaim itu juga beredar di halaman Facebook dalam bahasa lain, termasuk Denmark, Belanda, Prancis, dan Portugis.
Apa kata para ahli? Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah jenis teknik pengujian vurus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 yang dapat mendeteksi keberadaan virus tersebut lewat sekresi atau saliva hidung seseorang. Tes ini membutuhkan pertukaran mendalam dan kuat di mulut dan hidung yang memang sangat tidak nyaman.
"Usap tidak ditempatkan pada penghalang darah ke otak dan tidak membahayakan. Dengan demikian tidak menimbulkan ancaman bagi sistem saraf kita," Profesor John Dwyer, seorang ahli imunologi dan Profesor Emeritus di Universitas New South Wales, mengatakan kepada AFP, dalam surat elektroniknya, pada 10 Juli 2020.
Queensland Brain Institute menjelaskan, otak telah memiliki mekanismenya sendiri dalam memberikan pertahanan terhadap patogen dan racun penyebab penyakit yang mungkin ada dalam darah. Profesor John Mathews, seorang ahli epidemiologi di University of Melbourne, juga menyatakan bahwa swab PCR tidak mengganggu barier darah otak dengan cara apa pun.
"Penyeka nasofaring rutin untuk menguji virus lain atau untuk hasil laboratorium lainnya telah dikumpulkan dengan aman selama bertahun-tahun," katanya. (H-2)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Sejumlah riseti menunjukkan ada kebiasaan harian yang berkaitan dengan penyusutan volume otak atau brain atrophy.
Makanan cepat saji terasa sangat nikmat karena otak manusia berevolusi menyukai gula, lemak, dan garam. Penjelasan ilmiah ini mengungkap alasan fast food mudah bikin ketagihan.
MINIMNYA aktivitas fisik disebut sebagai salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami demensia atau Alzheimer usia muda
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Saat seseorang menguap, cairan serebrospinal (CSF) atau cairan yang melindungi dan menjaga fungsi sistem saraf pusat bergerak menjauh dari otak.
Selain sakit kepala dan asfiksia (kekurangan oksigen), gas tertawa dapat memicu terbentuknya bekuan darah serta gangguan pada hitung darah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved