Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta segala bentuk proses yang berkaitan dengan produksi alat kesehatan harus dipercepat dan segera hilangkan hambatan.
Hal ini penting untuk menekan laju penyebaran virus korona (covid-19) di Tanah Air. Proses perizinan seperti pengadaan bahan baku,sampai standarisasi produk, harus dibuat sesederhana mungkin.
"Mengenai relaksasi proses perizinan, ini tidak boleh menghambat. Untuk semua kementerian, urusan ini jangan ada yang menghambat proses perizinannya," ujar Jokowi, sapaan akrabnya saat memimpin rapat terbatas secara virtual, Rabu (15/4).
Baca juga: Mendagri Sebut Daerah Kekurangan Alat Kesehatan
Dia memahami produksi alat kesehatan harus memenuhi standar dan kriteria yang telah ditetapkan. Namun, Jokowi menekankan hal itu jangan menjadi alasan sektor industri untuk tidak berproduksi dengan cepat. Mengingat, pandemi covid-19 sudah menyebabkan situasi semakin genting.
"Urusan alat pelindung diri memang masih butuh standar. Itu menjadi kewajiban kita agar standar itu terpenuhi, tetapi jangan mempersulit. Tolong ini betul-betul didengarkan keluhan-keluhan yang ada di bawah. Jangan sampai ada lagi yang namanya perizinan menghambat proses produksi," tegas Jokowi.
Terkait pemenuhan bahan baku, Kepala Negara menginstruksikan Kementerian Perdagangan dan Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk mempermudah proses impor bahan baku untuk produksi alat kesehatan.
Baca juga: Lawan Covid-19, Indonesia Butuh 8 Juta APD
"Harus ada relaksasi yang betul-betul dilakukan, sehingga proses perizinan yang cepat terintegrasi betul dan membantu industri," tuturnya.
Selain itu, Jokowi juga menekankan ketika produksi sudah berjalan baik, seluruh barang harus diperuntukkan bagi kebutuhan domestik.
"Jangan sampai diekspor, kemudian di dalam negeri malah tidak dapat. Diatur sebaik mungkin manajemennya. Baik itu APD maupun masker, itu harus diatur," tandasnya.(OL-11)
PRESIDEN ke-7 RI Joko Widodo dicecar pertanyaan penyidik Polda Metro Jaya dengan 10 pertanyaan mendalam selama 2,5 jam di Mako Polresta Surakarta, Rabu (11/2).
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved