Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumah wilayah masih dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan kilat dalam tiga hari mendatang.
Humas BMKG, Taufan Maulana, mengatakan daerah sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Banten, Laut Jawa bagian Timur, Selat Karimata dan Laut Banda.
Konvergensi terjadi memanjang dari Laut Maluku, Laut Seram, hingga Papua Barat, serta di Papua bagian utara yang memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
"Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di beberapa wilayah," kata Taufan, Rabu (1/4).
Kawasan itu meliputi Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Baca juga: BMKG Prediksi Pola Hujan 2020 Normal
Sementara untuk wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat pada Rabu (1/4) ini, yaitu Sumatra Utara, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat.
Kondisi ini masih berlangsung hingga Kamis (2/4) besok, untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara.
Selanjutnya pada Jum’at (3/4), wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara masih, berpotensi dilanda hujan lebat.
Sedangkan hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi pada hari ini, yakni di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua.
Baca juga: Status Darurat Bencana Covid-19 Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020
Kondisi ini masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua, hingga Kamis (2/4) besok.
Untuk wilayah Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku dan Papua, diprediksi masih berpeluang terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir pada Jum’at (3/4) mendatang.
Pihaknya terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang, untuk selalu berhati-hati. "Masyarakat yang beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan," tutur Taufan.(OL-11)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
. Penularan virus Nipah dari kelelawar ini kemudian menular ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui makanan terkontaminasi.
Indonesia melaju ke final AFC Futsal Asian Cup 2026
Asep menjelaskan, KPP Madya sejatinya sudah memeriksa nilai lebih bayar pajak PT BKB. Sejatinya, ada Rp49,47 miliar kelebihan bayar dengan koreksi fiskal sebesar Rp1,14 miliar.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved