Selasa 14 Januari 2020, 08:30 WIB

BMKG Prediksi Pola Hujan 2020 Normal

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
BMKG Prediksi Pola Hujan 2020 Normal

ANTARA/Muhammad Adimaja
Warga berjalan menggunakan payung saat turun hujan di Jakarta.

 

DEPUTI Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal mengatakan pola hujan sepanjang 2020 diprediksi mirip dengan pola normalnya.

“Dari model-model pengamatan yang dilakukan, kami memprediksi, untuk 2020, iklim kita normal. Ketika musim hujan, dia sama seperti dengan normalnya. Ketika dia musim kemarau, dia juga seperti pada normalnya”, kata Herizal dalam Rakernis Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Daerah Aliran Sungai (DAS) di Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta Selatan, Senin (13/1).

Menurutnya, untuk 3 bulan ke depan, yakni Januari-Maret, Indonesia akan mengalami musim hujan, dengan curah hujan antara menengah dan sangat tinggi. Curah hujan sangat tinggi diprediksi terjadi di Papua dan Jawa.

"Namun, periode itu (Januari-Maret), Sumatra memiliki keunikan sendiri. Kita lihat di Sumatra terutama di pantai timur Aceh, Sumut sampai Riau, ketika kita mendapatkan banyak tambahan hujan, tapi di daerah-daerah itu curah hujan mulai kurang malah di Riau kadang-kadang mencapai kemarau level 1," sebutnya.

Baca juga: BNPB Imbau Waspadai Dampak Siklon Claudia

Oleh karena itu, selain waspada hujan, di daerah Sumatra juga harus waspada kekeringan, terutama daerah rawan kebakaran hutan dan lahan.

Kemudian untuk periode April sampai Mei, sebagian wilayah Indonesia masih mendapatkan curah hujan, antara kategori menengah sampai sangat tinggi. Tetapi, NTB dan NTT akan mendapatkan curah hujan dalam kategori rendah sampai menengah.

"Pada Mei sampai Juli, musim kemarau kita semakin bertambah tidak hanya NTB dan NTT tapi juga Jatim dan Papua Selatan, kemudian Riau dan Jambi," sebutnya.

Selanjutnya, pada Oktober sampai Desember, akan masuk lagi musim hujan, kecuali di beberapa wilayah, seperti Jatim, NTB, dan NTT.

Dia menambahkan, untuk meminimalkan dampak musim kemarau, perlu memaksimalkan kapasitas waduk, embung kolam retensi, dan system folder untuk penyimpanan cadangan air.

Hal tersebut biasa dilakukan pada puncak musim hujan yang untuk 2020 diprediksi terjadi pada Februari - Maret dan pada musim peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau April - Mei.

"Perlu pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca lebih awal untuk meningkatkan kebasahan lantai lahan gambut dan mengisi waduk dengan memperhatikan informasi cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG," paparnya.

Dia menegaskan peningkatkan peran serta masyarakat di kawasan potensi kebakaran hutan lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan terutama pada musim kemarau Juni, Juli, dan Agustus perlu ditingkatkan melalui edukasi bersama para pihak yang berkepentingan pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan prediksi model El Nino BMKG hingga 2020, kencenderungan Samudra Pasifik ekuator bagian tengah akan barada pada kondisi netral, artinya kecil peluangnya akan muncul fenomena El Nino maupun La Nina di Samudra Pasifik.

Sementara untuk Samudra Hindia, tidak terdapat indikasi akan munculnya fenomena IOD+ maupun IOD- yang kuat pada 2020.

Pada awal 2020, kondisi suhu muka laut Perairan Indonesia diperkirakan normal hingga cenderung hangat yang bertahan hingga Juni 2020. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More