Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah (pemda) diminta menyiapkan anggaran untuk menangani penyebaran virus korona (covid-19). Termasuk, memanfaatkan anggaran tidak terduga dari APBD.
Direktur Manajemen Kebencanaan dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal. mengatakan pemda diminta untuk mengambil langkah khusus terkait penanganan virus mematikan. Termasuk, menganalisis secara matang dan menghitung dampak ekonomi, berikut menyiapkan fasilitas pendukung.
Kemendagri, lanjut dia, telah mengeluarkan kebijakan sebagai pedoman pemda terkait penanganan covid-19. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid di daerah, berikut Surat Edaran tentang pembentukan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 di daerah. Setidaknya, terdapat tiga poin utama yang harus dilakukan pemda.
Baca juga: Presiden Beri Kewenangan Pemda Tetapkan Status Covid-19
“Pertama, harus menganalisis secara matang dan menghitung dampak ekonomi dari penanganan covid-19. Kemudian, menyiapkan fasilitas yang dimilliki, seperti menambah tempat tidur dan menambah ruang isolasi," ujar Safrizal melalui telekonferensi dari di Graha BNPB, pada Selasa (31/3).
Kedua, pemda diminta memastikan keamanan dan keselamatan petugas medis dan memenuhi layanan sesuai standar pelayanan minimal. Serta, melakukan refokusing dan realokasi anggaran sesuai perkembangan situasi di daerah.
Pandemi covid-19 menyebabkan masyarakat dari golongan berpengasilan rendah atau pekerja harian kehilangan penghasilan. Oleh karena itu, pemda diminta memberikan bantuan sosial dan memastikan penanganan wabah virus korona, dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat.
Lebih lanjut, Safrizal meminta pemda melaporkan perkembangan secara berkala kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pemda dapat menggunakan anggaran belanja tidak terduga dalam postur APBD. Misalnya untuk kegiatan penyelidikan epidemologis, penelusuran kontak dekat, alat sterilisasi dan uang lelah bagi petugas.
Baca juga: Jangan Abaikan Tiga Sumber Penularan Covid-19
Kedua, bidang pertolongan darurat yang dapat digunakan untuk pencegahan dan sosialisasi pada masyarakat, pengelolahan limbah berbahaya dan sampel laboratorium, berikut evakuasi korban dan pasien. Selain itu, perhatikan penatausahaan jenazah, makanan bagi pasien dan petugas medis, termasuk pengadaan alat evakuasi, sanitasi dan air bersih. Anggaran tidak terduga dapat digunakan untuk pengadaan air bersih, sewa alat transportasi, pengadaan baju pasien maupun APD bagi tenaga medis.
"Dapat juga digunakan untuk pengadaan alat kesehatan ventilator, disinfektan, atau untuk memenuhi kebutuhan papan. Banyak daerah yang kekurangan ruang isolasi. Maka pembangunan rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet, sedang diupayakan di beberapa daerah. Termasuk, tempat tinggal bagi petugas kesehatan," paparnya.
Beberapa daerah dikatakannya telah melakukan penguatan puskesmas. Awalnya, puskesmas tidak ditujukan untuk penanganan covid-19. Namun, beberapa provinsi memperkuat puskesma dalam penanganan penyakit menular.(OL-11)
Pemerintah daerah terus berupaya mengimplementasikan pembelajaran mendalam, koding, dan AI meski dihadapkan pada tantangan sumber daya manusia dan infrastruktur.
Beredar video di media sosial yang memperlihatkan Mualem mengenakan pakaian tradisional Melayu serba putih, lengkap dengan sarung dan peci hitam.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved