Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBARAN virus korona membuat banyak orang khawatir. Namun risiko penyebaran virus korona bisa diantisipasi.
Serangan virus, bakteri, infeksi dan lainnya, sangatlah bergantung pada sistem kekebalan tubuh yang bekerja mengidentifikasi dan melawan virus, bakteri, parasit serta memisahkannya dari jaringan pertahanan tubuh.
Direktur dari klinik kesehatan dan kecantikan Rhed Clinic, dr Elvin Gultom yang juga seorang medical trainer mengatakan, proses pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi semua jenis virus, kecuali HIV adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Virus itu bisa diatasi dengan daya tubuh yang bagus, tidak bisa dengan minum antibiotik. Sedangkan obat antivirus seperti Oseltamivir dianggap tidak memiliki efek dan masih dianggap kontroversial untuk penanganan corona virus . Dengan daya tahan tubuh yang baik kita bisa melawan virus yang masuk ke dalam tubuh,” ucap Elvin saat dihubungi via telepon, Selasa (28/1).
Elvin juga menjelaskan, jika terjangkit virus, penanganan yang dilakukan adalah dengan menyembuhkan gejalanya.
”Misalkan, jika gejalanya ditandai dengan batuk,pilek,kesulitan bernapas atau demam, maka gejala itulah yang harus segera disembuhkan. Namun untuk membasmi virus itu sendiri, tetap daya tahan tubuh yang akan melawannya,” jelasnya.
“Penyebaran virus juga mudah terjadi apabila terdapat beberapa faktor diantaranya, daya tahan tubuh lemah, kurang gizi, kurang vitamin, dan memiliki penyakit kekebalan tubuh,” terang Elvin.
Inhalasi dan minum air hidrogen
Namun, cara kerja sel-sel pertahanan tubuh ini dapat terganggu, karena radikal bebas yang masuk dalam sel-sel pertahanan tubuh tersebut.
Elvin menjelaskan, dibutuhkan antioksidan yang kuat dan juga aman bagi tubuh untuk menangkal radikal bebas yang bisa menggangu kinerja sel pertahanan tubuh.
Menurut Elvin, antioksidan ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi air hidrogen dan inhalasi gas hidrogen.
“Air dan inhalasi hidrogen bisa menjadi salah satu cara mebantu mengoptimalkan kerja sel-sel pertahanan tubuh. Melalui zatnya yang sangat ringan, molekul hidrogen dapat mengikat radikal bebas dalam sel tubuh,”tuturnya.
Elvin juga menambahkan, Inhalasi dan minum air hidrogen juga sangat mudah dilakukan. “Antioksidan dari gas dan air hidrogen kini bisa kita dapatkan secara praktis seperti pada generator portabel Hydro-Gen Fontaine PEM & Inhaler” lanjutnya.
Elvin menegaskan bahwa sudah banyak penelitian yang menyatakan air dan inhalasi hidrogen dapat bantu meningkatkan pemulihan penyakit dan juga daya tahan tubuh.
“Salah satunya dalam Journal Medical Gas Research 2014,menyatakan, bahwa hidrogen adalah antioksidan kuat, antiapoptotik, dan antiinflamasi, sehingga memiliki potensi aplikasi medis dalam sel, jaringan, dan organ,” ujarnya. (OL-09)
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved