Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU menjadi ujung tombak pendidikan di Indonesia. Karena itu pola pikir dan ajar guru harus disesuai dengan perkembangan zaman, terutama di era milenial saat ini. Hal itu dibutuhkan untuk membuat pendidikan Indonesia menghasilkan insan yang bermutu.
Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan M. Nur Rizal mengatakan, perubahan pola pikir yang dibutuhkan ialah dengan mengubah paradigma pendidikan yang mengacu pada standardisasi berdasarkan materi ajar, ke arah personiliasi sesuai kebutuhan peserta didik.
Personalisasi itu memahami bakat, minat, potensi setiap anak yang berbeda. Nah, para guru guru kita mesti melakukan perubahan perilaku di kelasnya dengan menciptakan lingkungan baru yang memungkinkan proses minat itu terjadi mengingat kalangan milenial dewasa ini amat kritis dan cerdas,” Nur Rizal dalam keterangan tertulisnya.
GSM, lanjutnya, juga turut aktif mennggelorakan perubahan pola pikir itu lewat lokakarya (workshop). Terakhir, workshop digelar di Kantor Walikota Tangerang Selatan bekerja sama dengan PT. Sinar Mas Land BSD.
Perubahan pola pikir itu juga jadi bagian kampanye dari GSM yang bertujuan mendorong guru mengembangkan peserta didik sesuai dengan jenjang kependidikan. Seperti di jenjang sekolah dasar (SD/MI) dengan mencari minat dan bakat yang bisa dikembangkan menjadi keahlian (life skill),
"Hasil akhir hanya di butuhkan oleh pemerintah, tetapi yang di butuhkan oleh murid dan guru adalah proses. Dengan proses itu tidak ada benar dan salah, ketika proses itu yang ada efektif atau tidak. Disini para guru di latih oleh GSM untuk mampu membedakan antara penilaian sumatif dan penilaian formatif,” jelas Rizal.
Baca juga : Bebaskan Guru Berinovasi
Kepala Kantor Kementerian Agama Tangerang Selatan Abdul Rozak mengatakan, kunci kesuksesan pendidikan lebih ditentukan oleh guru.
Menurutnya, ada tiga kategori guru, yaitu guru pendidik, guru pengajar, dan guru pencari nafkah. Ia menegaskan, guru sadar bahwa ia adalah guru pendidik yang menentukan wajah Indonesia di masa depan.
Ia pun menyambut baik lokakarya yang digelar oleh GSM untuk meningkatkan kualitas dan mengubah pola pikir guru dalam menghadapi perubahan zaman.
Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Suhardi menyambut positif kegiatan GSM yang telah mendapat tempat di wilayah Tangsel, Tangerang dan wilayah Banten.
Menurutnya workshop GSM menjadi Inovasi pendidikan khususnya di lingkungan madrasah se-Tangsel,
“Melalui GSM kita berharap sistem pengembangan profesionalitas guru lebih inovatif disertai pengelolaan madrasah yang efektif dan dirasa nyaman serta menyenangkan," pungkasnya. (RO/OL-7)
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Prioritas pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan seperti untuk peningkatan akses pendidikan bagi anak anak, penanganan sampah, banjir, dan lain lain.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
KEPOLISIAN Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap seorang oknum guru di Rawa Buntu, Serpong, Tangsel berinisial YP, 55. Ia diduga mencabuli belasan muridnya.
Data lapangan menunjukkan bahwa pada Jumat (16/1/2026), di Pos Ciputat dan Pasar Cimanggis, masih banyak warga yang tidak membawa identitas (KTP) saat terjaring.
Pemkot tidak akan mengambil langkah sepihak atau memaksakan kerja sama tanpa adanya kesepakatan bersama dengan wilayah terkait.
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan Rencana Capaian 100 Hari Tim Percepatan Pengelolaan Sampah sebagai langkah darurat mengatasi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved