Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS iklim remaja asal Swedia, Greta Thunberg, menuduh negara-negara kaya mencari cara menghindari pengurangan emisi gas rumah kaca. Hal tersebut dilontarkan Thunberg saat berpidato dalam di Konferensi Perubahan Iklim PBB UNFCCC-COP25 di Madrid, Spanyol.
Remaja berusia 16 tahun tersebut menyebut negara-negara kaya justru menggunakan forum iklim PBB yang sejatinya bertujuan menyelamatkan dunia dari pemanasan global, untuk mencari kesempatan menegosiasikan celah dan menghindari mengambil tindakan atas perubahan iklim.
"Negara-negara kaya menemukan cara cerdik untuk berputar-putar menghindari mengambil tindakan nyata,” ujar Thunberg, Rabu (11/12).
Thunberg lantas menyebut aksi dan perjanjian yang dibuat atas nama iklim oleh negara-negara kaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga taraf netral atau nol bersih dalam beberapa tahun adalah menyesatkan.
Baca juga: Bangkitkan Ambisi Perangi Perubahan Iklim
Meskipun, puluhan pertemuan dan ribuan ahli bekerja untuk mengimplementasikan kesepakatan Iklim Paris 2015, ia mengatakan emisi global justru terus meningkat setiap tahunnya.
"Ini mungkin terdengar mengesankan pada pandangan awal, meskipun niatnya baik, ini tidak memimpin, ini menyesatkan,” tutur Thunberg.
Thunberg, yang dinobatkan sebagai Person of the Year oleh majalah Time untuk kampanye lingkungannya, mengatakan kepada negosiator janji mereka atas perubahan iklim sangat berbeda dari apa yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim.
Pada perhelatan tersebut, negara-negara yang berkumpul di ibu kota Spanyol tengah berjuang menyelesaikan buku peraturan Perjanjian Iklim Paris 2015. Hal itu bertujuan menahan kenaikan suhu rata-rata global hingga 1,5 derajat Celcius sehingga mencegah dampak terburuk perubahan iklim.
Namun, sejak pertama kali konferensi dibuka, sejumlah aksi demonstrasi terus dilakukan setiap harinya di luar gedung Feria de Madrid (IFEMA). COP25 yang mengusung tema 'Time for Action' berlangsung dari 2-13 Desember dan dihadiri oleh 197 perwakilan negara di seluruh dunia.(AFP/OL-5)
Produk Indonesia tidak akan bisa bersaing jika konsistensi mutu dan kandungan gizinya diabaikan, atau bahkan sampai memanipulasi konsumen.
BRIN dan FAO perkuat kolaborasi global untuk transformasi sektor peternakan berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan teknologi berbasis sains.
Elon Musk usulkan satelit AI untuk mengatur radiasi Matahari. Konsep ini picu debat karena risiko besar bagi iklim global.
Studi terbaru mengungkap bendungan berang-berang mampu mengubah sungai menjadi penyerap karbon alami yang efektif. Solusi murah untuk atasi perubahan iklim?
Penemuan batu granit merah muda di Antartika mengungkap massa raksasa tersembunyi di bawah es. Temuan ini memberi petunjuk penting tentang pergerakan gletser dan kenaikan permukaan laut.
Amerika Serikat bagian barat daya dilanda gelombang panas prematur yang memecahkan rekor. Phoenix hingga California siaga suhu ekstrem di pertengahan Maret.
Ketua YLBHI menyambut baik putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis bebas terhadap empat aktivis, yakni Delpedro Marhaen dkk
Aktivis Delpedro Marhaen divonis bebas PN Jakpus. Ia mendesak negara pulihkan nama baik dan ganti rugi usai 6 bulan dipenjara terkait aksi Agustus 2025.
Ketua Divisi Riset dan Dokumentasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Hans Giovanny Yosua mengingatkan agar Polri tidak disalahgunakan.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved