Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVIS iklim remaja asal Swedia, Greta Thunberg, menuduh negara-negara kaya mencari cara menghindari pengurangan emisi gas rumah kaca. Hal tersebut dilontarkan Thunberg saat berpidato dalam di Konferensi Perubahan Iklim PBB UNFCCC-COP25 di Madrid, Spanyol.
Remaja berusia 16 tahun tersebut menyebut negara-negara kaya justru menggunakan forum iklim PBB yang sejatinya bertujuan menyelamatkan dunia dari pemanasan global, untuk mencari kesempatan menegosiasikan celah dan menghindari mengambil tindakan atas perubahan iklim.
"Negara-negara kaya menemukan cara cerdik untuk berputar-putar menghindari mengambil tindakan nyata,” ujar Thunberg, Rabu (11/12).
Thunberg lantas menyebut aksi dan perjanjian yang dibuat atas nama iklim oleh negara-negara kaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga taraf netral atau nol bersih dalam beberapa tahun adalah menyesatkan.
Baca juga: Bangkitkan Ambisi Perangi Perubahan Iklim
Meskipun, puluhan pertemuan dan ribuan ahli bekerja untuk mengimplementasikan kesepakatan Iklim Paris 2015, ia mengatakan emisi global justru terus meningkat setiap tahunnya.
"Ini mungkin terdengar mengesankan pada pandangan awal, meskipun niatnya baik, ini tidak memimpin, ini menyesatkan,” tutur Thunberg.
Thunberg, yang dinobatkan sebagai Person of the Year oleh majalah Time untuk kampanye lingkungannya, mengatakan kepada negosiator janji mereka atas perubahan iklim sangat berbeda dari apa yang dibutuhkan untuk mengatasi perubahan iklim.
Pada perhelatan tersebut, negara-negara yang berkumpul di ibu kota Spanyol tengah berjuang menyelesaikan buku peraturan Perjanjian Iklim Paris 2015. Hal itu bertujuan menahan kenaikan suhu rata-rata global hingga 1,5 derajat Celcius sehingga mencegah dampak terburuk perubahan iklim.
Namun, sejak pertama kali konferensi dibuka, sejumlah aksi demonstrasi terus dilakukan setiap harinya di luar gedung Feria de Madrid (IFEMA). COP25 yang mengusung tema 'Time for Action' berlangsung dari 2-13 Desember dan dihadiri oleh 197 perwakilan negara di seluruh dunia.(AFP/OL-5)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendukung penuh instruksi pihak Istana kepada Polri untuk menginvestigasi rangkaian teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer.
Pihak dari pemerintah atau yang merasa diri bagian dan penguasa? Itulah yang harus diungkap oleh jajaran pemerintahan Prabowo Subianto. Mampukah mereka?
Kritik pemerintah soal bencana Sumatra berujung teror. Konten kreator dan aktivis alami ancaman hingga doxing.
Dua aktivis di Kota Semarang, Adetya Pramandira (26) dan Fathul Munif (28) ditahan Polrestabes Semarang diduga berkaitan dengan unggahan di media sosial terkait aksi pada Agustus 2025 lalu.
Imbauan ditulis tangan disebarkan aktivis Pati yang menjenguknya dan ditujukan kepada warga Pati dan pendukungnya.
AFFAÂ menggelar aksi damai di depan Plataran Hutan Kota, menyerukan agar perusahaan hotel mewah Plataran Group segera berkomitmen terhadap kebijakan telur bebas sangkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved