Selasa 10 Desember 2019, 21:11 WIB

Bangkitkan Ambisi Perangi Perubahan Iklim

Thalatie K Yani Laporan dari Madrid, Spanyol | Internasional
Bangkitkan Ambisi Perangi Perubahan Iklim

Brian Ach / GETTY / AFP
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore

 

MANTAN Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore menilai saatnya semua negara bangkit kembali untuk melawan krisis perubahan iklim. Semua negara harus berambisi dan berkomitment untuk mencapai kesepakatan guna menjalankan aksi nyata tahun depan.

"Kita butuh komitmen itu lebih besar lagi, karena itu COP terakhir, tahun depan sangat penting dan kenapa tahun ini lebih penting. Apa yang kita bicarakan ambisi yang lebih besar untuk meningkatkan penurunan emisi," ujar Al Gore dalam pidatonya di ruang Baker, Feria de MAdrid, Madrid, Spanyol, Selasa (10/12).

Al Gore juga mengingatkan tantangan ke depan lebih pada implementasi keputusan dari artikel 6 Paris Agrement. Semakin cepat keputusan diambil akan semakin cepat realisasinya.

"Yang menjadi tantangan, apakah kita akan mengimplementasikan keputusan ini dengan cepat. Banyak dari kita bergabung dalam ruangan ini ketika Paris Agrement difinalisasi. Kala itu penuh optimisme dan harapan. Seluruh 195 negara setuju untuk net zero emision mid century (2025). Sayangnya ambisi itu melambat dan kita harus mengembalikan ambisi itu," ujarnya.

Baca juga: PBB Sebut Perubahan Iklim Ancaman Serius HAM Abad 21

Ia pun mengomentari keputusan Presiden Amerika Serikat saat ini Donald Trump yang menyatakan keluar dari Paris Agrement. Menurut Al Gore, banyak yang tidak tahu, kalau berdasarkan peraturan langkah Donald Trump itu tidak bisa dilakukan.

"Waktu yang paling cepat Amerika untuk menarik diri setelah pemilihan presiden berikutnya. Jadi keputusan ini masih ada di tangan Amerika. Di bawah hukum, jika ada presiden baru, sang presiden itu bisa memberikan pemberitahuan 30 hari (sebelum tanggal jatuh tempo, 30 November 2020) dan Amerika Serikat akan kembali dalam PAris Agrement," ujar Al Gore yang langsung disambut dengan tepuk tangan pengunjung.

Lebih lanjut, Al Gore mengatakan saat ini dibutuhkan kebijakan baru dari pembuatan kebijakan. "Kita butuh pengambil kebijakan baru, apapun partai politik dan ideologinya, kita memiliki satu kesamaan dalam <i>survival of humanity<p> dan kondisi yang akan kita teruskan ke anak cucu kita," ujarnya.

Di Amerika Serikat, lanjut Al Gore, mulai menjalankan komitmen terkait energi tebarukan. Tren penggunaan energi terbarukan pun secara perlahan meulai meningkat dan beberapa negara sudah mulai mencapai 100%. Kehadiran energi terbarukan itu menjadi alternatif bahan bakar menggantikan bahan bakar fosil, karena lebih ramah lingkungan. "Kita memiliki kemampuan menyelesaikan masalah krisis ini," tegasnya.

Al Gore merupakan mantan presiden Amerika Serikat yang peduli akan masalah lingkungan. Setiap tahunnya ia hadir di UNFCCC-COP dan menjadi pembicaraan tentang lingkungan. Rencananya Rabu (11/12), Al Gore akan berbicara di PAvilion Indonesia. Ia menjadi salah satu pembicara, selain Sir Nicholas Stern dan Jeffrey Sachs.

Al Gore juga menyatakan rasa bahagia karena anak muda saat ini mulai tertarik dengan masalah lingkungan, salah satunya Greta Turnburg. Aksi mereka menjadi harapan untuk membuka mata dan mengawasi upaya memerangi perubahan iklim.

Di samping itu, wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan Alue Dohong menerima kunjungan Duncan van Bergen, Vice President in Shell New Energies, di Paviliun Indonesia. Pertemuan ini membicarakan tentang nature-based solutions yang menjadi program Shell. (OL-4)

Baca Juga

AFP

Kemenlu Jamin Keselamatan ABK yang Terdampak Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 01 April 2020, 22:21 WIB
Kemenlu juga meminta dilakukan perawatan terhadap mereka sesuai dengan protokol kesehatan yang dibutuhkan jika ditemukan mereka tekena...
Anaranews.com

121 Negara Minta Korsel Sediakan Alat Tes Virus Korona

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:19 WIB
Korsel memilik kontrak untuk mengirimkan pasokan bagi negara-negara bagian di Amerika Serikat serta berbagai negara di dunia, termasuk...
AFP/Mikhail Klimentyev

Putin Kerja Jarak Jauh Usai Bertemu Dokter yang Positif Korona

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 April 2020, 22:09 WIB
Protsenko sebelumnya mengungkapkan telah terinfeksi virus penyebab covid-19. Namin, ia meyebut tak mengalami gejala apapun dan masih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya