Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Bidang Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan perlu adanya sinergi dari berbagai pihak untuk memperbaiki kinerja BPJS Kesehatan.
Dirinya tak menampik masalah JKN bukan hanya tanggung jawab Direksi BPJS Kesehatan, tetapi juga dukungan dari lembaga atau kementerian lainnya.
Seperti pengawasan yang harus dilakukan Kemenkes kepada RS agar peserta bisa dilayani dengan baik. Lalu, Kemendagri yang masih membiarkan adanya pemda yang belum mengintegrasikan jamkesda ke JKN seperti Pemkot Bekasi.
Demikian juga Kemensos yang bertanggung jawab atas pembersihan data PBI yang hingga kini belum selesai.
"Oleh karenanya, Pak Presiden juga harus mengevaluasi lembaga atau kementerian lainnya yang memang dibutuhkan dukungannya untuk JKN lebih baik," kata Timboel kepada Media Indonesia, Sabtu (23/11).
"Jadi sistem dan kinerja Direksi BPJS dan kinerja lembaga atau kementerian lainnya yang harus dievaluasi," tambah Timboel.
Baca juga: Jokowi Ingatkan Tata Kelola BPJS agar Diperbaiki
Namun, Timboel juga melihat perlunya BPJS Kesehatan berbenah diri. Pasalnya, hingga saat ini, dirinya melihat belum ada upaya maksimal dari BPJS Kesehatan untuk memperbaiki sistem manajemennya.
Salah satu contoh konkret yang dilihatnya adalah Direksi belum mampu meningkatkan kepesertaan JKN untuk mencapai UHC kepesertaan di akhir Desember 2019, yaitu 254 juta atau 95% dari rakyat Indonesia. Per 31 Oktober, baru 222,5 juta peserta. Demikian juga pelayanan di RS yang memang masih banyak dikeluhkan peserta.
"Saya berharap Pak Presiden mengevaluasi langsung berdasarkan fakta-fakta tersebut agar direksi benar-benar mau lebih giat lagi bekerja," ungkapnya.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan agar manajemen tata kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) diperbaiki. Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait kesehatan nasional di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).(OL-5)
Integrasi ini memungkinkan proses validasi identitas hingga pengesahan STNK tahunan dilakukan secara digital tanpa perlu mengantre lama di kantor Samsat.
Dukcapil DKI Jakarta akan mendata pendatang baru pasca Lebaran 2026 hingga 20 April. Pendatang wajib lapor 1x24 jam dan memenuhi syarat tinggal serta keterampilan.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri memastikan pelayanan publik tetap normal pasca-OTT KPK terhadap Bupati Muhammad Fikri Thobari terkait dugaan suap proyek.
Ia menegaskan, dinamika yang terjadi di Kabupaten Pekalongan tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan, utamanya pelayanan kepada masyarakat.
Data Center menuntut operasi tanpa henti (zero downtime). Sebagai infrastruktur kritis, kecenderungan ancaman dan risiko harus ditangani dengan teliti sejak dini.
BSKDN Kemendagri menyoroti berbagai praktik baik (best practices) yang dilakukan pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran.
PEMERINTAH menegaskan komitmen mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra melalui penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga.
BSKDN Kemendagri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved