Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI perubahan iklim atau United Nations Framework Covention on Climate Change dipastikan akan digelar di Madrid, Spanyol, pada 2-13 Desember 2019.
Pertemuan yang juga dikenal dengan Conference of the Parties (COP) ke-25 ini bertujuan untuk menyempurnakan rincian implementasi pakta iklim dari Perjanjian Paris di tengah seruan dan desakan kelompok-kelompok lingkungan serta demonstran iklim.
Indonesia akan menjadi salah satu peserta yang hadir dalam acara tersebut. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan ada beberapa isu penting yang akan dibawa Indonesia untuk dibahas di pertemuan formal ini.
"Lumayan banyak yang kita bawa, termasuk tentang perubahan iklim, sampah, circular economy, bagaimana memitigasi deforestasi dan regenerasi hutan, gambut, termasuk masalah keterlibatan masyarakat dan LSM dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan," ujar Alue saat ditemui usai membuka acara Festival Generasi Muda Cinta Lingkungan di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Selasa (12/11).
Baca juga: Chile Mundur Jadi Tuan Rumah COP 25, Spanyol Menawarkan Diri
Alue pun mengatakan masih dalam proses diskusi terkait pihak yang akan mewakili Indonesia di COP 25 nanti.
"Delegasinya antara saya dan ibu menteri," tuturnya.(OL-5)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved