Jumat 01 November 2019, 06:44 WIB

Chile Mundur Jadi Tuan Rumah COP 25, Spanyol Menawarkan Diri

Antara | Humaniora
Chile Mundur Jadi Tuan Rumah COP 25, Spanyol Menawarkan Diri

AFP
Suasana di Kota Santiago, Chile belum kondusif. Presiden Sebastián Piñera membatalkan menjadi tuan rumah COP 25 karena situasi keamanan.

 

SPANYOL menawarkan diri menjadi penyelenggara Konferensi Perubahan Iklim PBB (Conference of Parties/COP) ke-25 setelah Presiden Chile Sebastián Piñera pada Rabu (30/10) waktu setempat, mengambil keputusan mundur sebagai tuan rumah pelaksanaan agenda tahunan iklim tersebut.

Eksekutif Sekretaris Perubahan Iklim PBB Patricia Espinosa dalam pernyataan di laman resmi Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB, Kamis (31/10) waktu setempat, mengatakan Pemerintah Chile sebagai tuan rumah atau Presidency COP25 telah menginformasikan kepadanya menerima tawaran murah hati dari Spanyol untuk menggelar agenda
pengendalian perubahan iklim tersebut.

Spanyol telah menyanggupi untuk menggelar COP25 di Madrid pada tanggal yang sama seperti telah direncanakan yakni 2-13 Desember 2019.

"Kami harap Biro COP dapat mempertimbangkan tawaran solusi ini secepatnya. Sangat menggembirakan melihat negara-negara bekerja sama dalam semangat multilateral untuk menghadapi perubahan iklim, tantangan terbesar yang dihadapi generasi sekarang dan masa depan, ujar " kata Espinosa.

Sebelumnya Pemerintah Chile telah mengumumkan mundur sebagai tuan rumah dua konferensi besar sekaligus. Presiden Sebastián Piñera mengatakan keputusan tersebut diambil karena pemerintahannya ingin  menstabilkan ketertiban umum setelah demonstrasi besar-besaran meluas di sana.

Konferensi Iklim COP25 telah dijadwalkan berlangsung pada 2-13 Desember 2019. Sedangkan agenda APEC seharusnya berlangsung pada 16-17 November. PBB mengatakan sedang mencari lokasi alternatif untuk dua agenda tersebut.    

COP25 yang batal dilaksanakan di Chile menjadi konferensi iklim terakhir yang digelar untuk mempersiapkan pelaksanaan Paris Agreement hasil dari COP21 di Paris pada 2015. Kesepakatan iklim yang diratifikasi lebih dari 195 negara dunia dan 185 para pihak disepakati dimulai pada 2020 hingga 2030 dengan target menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) untuk menekan kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 derajat celsius.

Pemerintah Spanyol mempertimbangkan konferensi ini sebagai aksi multilateral untuk perubahan iklim yang diprioritaskan oleh PBB. Biasanya menjadi momen penting untuk menginventarisir sampai di mana dunia berdiri untuk melawan perubahan iklim. 

baca juga: Reza Rahadian Menanti Kinerja 100 Hari Menteri

Sebelumnya Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman menyebut agenda COP25 penting karena Chile selaku tuan rumah akan mendorong implementasi Paris Agreement. Menurut dia, sebenarnya setiap tahun ada isu penting yang selalu diangkat oleh tuan rumah atau Presidency COP, ini yang menjadi alasan pertemuan iklim tersebut penting. Dan tahun ini, sebenarnya Chile akan membawa isu Blue COP yang menautkan laut dengan perubahan iklim. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More