Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi sekaligus alumni Young Children Feeding in Emergency (IYCF-E) UNICEF Nurlienda Hasanah mengajak masyarakat bersama-sama mencegah stunting pada anak dengan memenuhi gizi anak pada seribu hari pertama mereka.
"Sebelum seribu hari pertama, pas hamil, para ibu makannya harus baik," katanya usai mengisi talkshow di Jakarta, Jumat (11/10).
Ia mengatakan seribu hari pertama pada anak bukan dimulai ketika bayi baru dilahirkan, tetapi ketika bayi tersebut masih dalam kandungan.
Pada seribu hari pertama sejak bayi masih dalam kandungan, ibu dan anggota keluarga lain perlu mendukung tumbuh kembang dengan memenuhi gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi secara baik.
"Terutama pada trimester pertama karena pembentukan otak dan segala macam. Perbanyak makanan yang memiliki kandungan asam folat tinggi karena asam folat sangat penting. Itu didapat dari protein," ujarnya.
Baca juga: YKPI Tekan Angka Kanker Payudara di Indonesia
Selain itu, ibu hamil juga perlu tetap berolahraga minimal 30 menit per hari selama tiga kali dalam sepekan untuk menjaga hormon tubuh agar tetap stabil.
Berikutnya adalah dengan menghindari paparan asap rokok atau polusi udara dari asap kendaraan.
"Asap kendaraan itu timbalnya tinggi. Kalau terhirup, aliran darah ke otak menjadi berkurang karena dia mengikat oksigennya. Itu membuat peredaran darah tidak lancar," katanya.
Selanjutnya adalah dengan bijak membaca label kemasan makanan bagi mereka yang suka memakan makanan instan.
Ibu hamil perlu mengurangi makanan mie instan dan perlu juga memilih makanan yang rendah natrium dan karbohidrat tetapi tinggi protein.
"Cari makanan yang proteinnya tinggi dan natriumnya paling rendah. Hindari juga makanan yang memiliki komposisi bahan pewarna, pengawet dan perasa," pungkasnya. (OL-2)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved