Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN Australia menemukan fosil terbang atau pterosaurus yang hidup di zaman dinosaurus sekitar 96 juta tahun lalu selama Zaman Kapur.
Binatang bersayap yang dijuluki naga besi itu menjelajahi langit Australia serta berburu ikan di sungai dan danau.
Ahli paleontologi Adele Pentland dari Australian Age of Dinosaurs Natural History Museum mengatakan fosil yang diberi nama Ferrodraco lentoni itu ditemukan di Queensland, Australia. Makhluk itu memiliki sayap sepanjang 13 kaki (4 meter) serta gigi runcing.
"Naga besi ini tampaknya menjadi salah satu pemangsa utama di langit selama masa Kapur. Pterosaurus hidup bersama dinosaurus selama Zaman Trias, Jurasik, dan Kapur. Keduanya punah setelah asteroid menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu," katanya, Kamis (3/10). (The Washington Post/Hym/X-7)
LIMA mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih prestasi gemilang di panggung dunia.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Dinosaurus jenis Chilesaurus diegosuarezi mematahkan stigma tradisional bahwa dinosaurus yang tampak seperti predator pastilah pemakan daging.
Meski hampir sebesar Tyrannosaurus rex dan termasuk dalam kelompok teropoda kelompok yang sama dengan predator ganas seperti Deinocheirus bukanlah pemburu berdarah dingin.
Studi terbaru mengungkap bayi sauropoda yang tak berdaya adalah sumber energi utama bagi predator seperti Allosaurus.
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Tanah tersebut dibiarkan begitu saja selama sekitar satu abad, dan kemudian muncullah pembangunan tempat parkir.
Tyrannosaurus rex (T-Rex) dikenal sebagai predator puncak paling menakutkan di era dinosaurus. Rahangnya yang luar biasa kuat membuatnya seolah tak terkalahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved