Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Dinosaurus Kecil dengan Lengan Pendek Membuat para Paleontolog Kebingungan

Muhammad Ghifari A
03/2/2026 21:40
Dinosaurus Kecil dengan Lengan Pendek Membuat para Paleontolog Kebingungan
Rekonstruksi kehidupan Foskeia pelendonum.(Doc Martina Charnell)

PERNAHKAN Anda membayangkan seperti apa dinosaurus paling unik yang pernah hidup di Bumi? Penemuan fosil satu makhluk purba ini kerap disebut sebagai jawaban atas rasa penasaran tersebut. 

Dinosaurus itu tidak bergigi, memiliki punuk di punggungnya, serta dilengkapi cakar raksasa yang mencengangkan. Namanya Deinocheirus mirificus, spesies omnivora yang hidup sekitar 70 juta tahun lalu di wilayah yang kini dikenal sebagai Mongolia.

Nama Deinocheirus mungkin terdengar familiar bagi penggemar paleontologi. Fosilnya ditemukan di Gurun Gobi dan dilaporkan oleh paleontolog asal Korea Selatan, Young-Nam Lee, bersama tim internasionalnya. Keunikan anatominya membuat Deinocheirus segera mencuri perhatian para ilmuwan dan publik, bahkan dijuluki sebagai salah satu dinosaurus paling “aneh” yang pernah ditemukan.

Misteri Selama Setengah Abad

Meski hasil penelitiannya diumumkan secara lengkap pada 2014, tahun yang penuh dengan penemuan dinosaurus spektakuler seperti “ayam dari neraka”, Pinocchio rex, hingga raksasa berleher panjang Dreadnoughtus Deinocheirus sebenarnya telah dikenal ilmuwan sejak lebih dari 50 tahun sebelumnya.

Masalahnya, fosil awal Deinocheirus sangat tidak lengkap. Para peneliti hanya menemukan beberapa tulang, namun ukurannya luar biasa. Yang paling mencolok adalah sepasang lengan depan hampir lengkap sepanjang lebih dari 2,4 meter, lengkap dengan cakar besar berbentuk sabit. Lengan ini bahkan dianggap sebagai yang terbesar yang pernah ditemukan pada hewan bipedal, baik fosil maupun yang masih hidup.

“Ini adalah beberapa bagian dinosaurus paling membingungkan yang pernah ditemukan,” tulis paleontolog Stephen Brusatte dalam The Conversation. Selama puluhan tahun, ilmuwan hanya bisa berspekulasi: seperti apa bentuk tubuh makhluk pemilik lengan raksasa tersebut? Apakah ia predator ganas, pemakan bangkai, atau sesuatu yang sama sekali berbeda?

Replika lengan Deinocheirus pun menjadi koleksi populer di museum-museum dunia, mengundang imajinasi anak-anak dan ilmuwan tentang sosok dinosaurus misterius ini.

Teka-Teki yang Akhirnya Terpecahkan

Setelah berbagai ekspedisi panjang ke Gurun Gobi, misteri tersebut akhirnya terjawab. Lee dan timnya menemukan dua kerangka parsial tambahan. Ketika kedua fosil itu digabungkan, gambaran utuh Deinocheirus mulai terlihat jelas menyelesaikan teka-teki yang telah menggantung sejak era Perang Dingin.

Hasilnya jauh dari kata membosankan. Deinocheirus ternyata merupakan dinosaurus raksasa sepanjang sekitar 11 meter dengan berat mencapai enam ton. Ia berjalan dengan dua kaki, bergerak lambat, memiliki moncong panjang menyerupai paruh bebek, tidak bergigi, serta punuk besar di punggungnya, penampilan yang benar-benar tak lazim di antara dinosaurus.

Membuat T. rex Terlihat “Biasa”

Meski hampir sebesar Tyrannosaurus rex dan termasuk dalam kelompok teropoda kelompok yang sama dengan predator ganas seperti Deinocheirus bukanlah pemburu berdarah dingin. Analisis isi perut fosilnya menemukan sisik ikan dan gastrolit, batu kecil yang digunakan untuk membantu mencerna tumbuhan, mirip dengan burung modern.

Temuan ini menunjukkan bahwa Deinocheirus adalah omnivora sejati, pemakan apa saja yang tersedia di lingkungannya. Dengan tubuh seberat enam ton, ia tampaknya berperan sebagai “pemakan serba ada” di ekosistem purba, bukan predator puncak seperti T. rex.

Deinocheirus hidup berdampingan dengan berbagai jenis dinosaurus lain hingga kepunahan massal akibat hantaman asteroid. Keberadaannya mengingatkan para ilmuwan bahwa dunia dinosaurus jauh lebih beragam dan aneh daripada yang sering dibayangkan.

Deinocheirus bukan dinosaurus biasa dan justru itulah yang membuatnya begitu istimewa.

Sumber: Smithsonian Magazine



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya