Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Fosil Langka: Gigi Tyrannosaurus Tertancap di Tengkorak Edmontosaurus Memberi Bukti Interaksi Prasejarah

Abi Rama
23/2/2026 21:13
Fosil Langka: Gigi Tyrannosaurus Tertancap di Tengkorak Edmontosaurus Memberi Bukti Interaksi Prasejarah
Tyrannosaurus(Freepik)

SEBUAH pecahan gigi dinosaurus berusia sekitar 66 juta tahun ditemukan masih tertancap di tengkorak dinosaurus lain. Temuan langka ini memberi gambaran tentang kemungkinan momen terakhir seekor dinosaurus berparuh bebek di akhir zaman Kapur.

Dilansir dari laman Discover, para peneliti melaporkan bahwa gigi yang patah tersebut tertanam di wajah Edmontosaurus, dinosaurus herbivora besar yang hidup di Amerika Utara. Setelah dianalisis, gigi itu diidentifikasi milik Tyrannosaurus, predator puncak pada masanya.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PeerJ dan menjadi salah satu bukti paling jelas mengenai interaksi langsung antara dua dinosaurus raksasa tersebut.

Bukti Langka di Dunia Paleontologi

Bekas gigitan memang kerap ditemukan pada fosil dinosaurus. Namun, menemukan gigi predator yang masih tertanam di dalam tulang merupakan kejadian yang sangat jarang.

Menurut salah satu penulis studi, Taia Wyenberg-Henzler, keberadaan gigi yang masih tertancap dapat menjadi informasi penting. Fosil tersebut bukan hanya menunjukkan siapa yang digigit, tetapi juga siapa pelakunya. Dengan kata lain, para peneliti dapat merekonstruksi peristiwa yang terjadi jutaan tahun lalu, layaknya penyelidikan tempat kejadian perkara di era prasejarah.

Dipastikan Milik Tyrannosaurus

Untuk memastikan identitas predator, tim peneliti membandingkan bentuk, ukuran, dan pola gerigi gigi tersebut dengan gigi dinosaurus karnivora lain dari Formasi Hell Creek. Hasilnya, karakteristiknya paling cocok dengan Tyrannosaurus.

Pemindaian CT pada tengkorak memberikan gambaran lebih jelas tentang seberapa dalam gigi itu menembus tulang serta bagaimana gigi tersebut patah di dalamnya. Analisis juga menunjukkan sudut benturan dan lokasi tepatnya di bagian hidung atau moncong depan.

Posisi gigi yang tertanam di bagian depan wajah mengindikasikan bahwa kedua hewan kemungkinan saling berhadapan ketika kontak terjadi. Selain itu, adanya beberapa bekas gigitan lain pada tengkorak menunjukkan bahwa peristiwa tersebut bukan hanya satu serangan tunggal.

Meski demikian, fosil ini belum bisa memastikan apakah Edmontosaurus masih hidup saat digigit. Tidak ditemukan tanda-tanda penyembuhan tulang di sekitar gigi yang tertanam. Hal ini mengindikasikan bahwa hewan tersebut tidak bertahan lama setelah digigit, atau bahkan mungkin sudah mati ketika digigit.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan memperdebatkan apakah Tyrannosaurus merupakan pemburu aktif atau sekadar pemakan bangkai oportunistis. Spesimen ini belum menjawab perdebatan itu secara tuntas. Namun, setidaknya fosil ini menjadi bukti nyata adanya interaksi fisik antara predator besar dan dinosaurus herbivora pada akhir zaman Kapur.

Formasi Hell Creek, lokasi ditemukannya fosil ini, dikenal sebagai salah satu ekosistem dinosaurus terakhir sebelum peristiwa kepunahan massal di akhir zaman Kapur. Di wilayah inilah Tyrannosaurus dan Edmontosaurus hidup berdampingan.

Bagi para paleontolog, fosil yang merekam perilaku secara langsung tergolong sangat langka. Dalam kasus ini, satu gigi yang patah mampu memberikan gambaran tentang cara Tyrannosaurus menggunakan rahang dan giginya saat makan, berburu, atau mungkin memperebutkan bangkai. (Discover/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya