Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan kembali menemukan spesies dinosaurus baru yang mengejutkan dunia paleontologi. Fosil dinosaurus dengan struktur duri pada tubuhnya berhasil diidentifikasi oleh tim peneliti internasional setelah analisis terhadap fosil yang ditemukan di Tiongkok. Spesies baru tersebut diberi nama Haolong dongi dan diperkirakan hidup sekitar 125 juta tahun lalu pada periode Kapur Awal.
Penemuan ini menjadi perhatian para peneliti karena struktur tubuh dinosaurus tersebut memiliki duri berongga yang menonjol dari kulitnya. Bentuk duri ini dinilai unik karena belum pernah ditemukan pada dinosaurus sebelumnya. Dalam rekonstruksi ilmiah, duri tersebut digambarkan menyerupai duri landak yang kemungkinan berfungsi sebagai mekanisme pertahanan dari predator.
Fosil Haolong dongi ditemukan dalam kondisi sangat terawat di formasi batuan Yixian, salah satu situs fosil penting di Tiongkok yang terkenal dengan penemuan berbagai spesies dari zaman Kapur Awal. Spesimen yang ditemukan memiliki panjang sekitar 2,4 meter dan diketahui masih berusia muda saat mati, sehingga para ilmuwan memperkirakan ukuran individu dewasa bisa mencapai sekitar lima meter.
Menurut para peneliti, dinosaurus ini termasuk dalam kelompok iguanodontia, yaitu kelompok dinosaurus herbivora yang dikenal memiliki mulut seperti paruh dan kaki belakang yang kuat. Namun, keberadaan duri pada kulitnya menunjukkan bahwa keragaman bentuk tubuh dinosaurus mungkin jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami para ilmuwan.
Selain berfungsi sebagai perlindungan dari predator, duri tersebut juga diduga memiliki fungsi lain, seperti membantu pengaturan suhu tubuh atau bahkan berperan sebagai alat sensor untuk mendeteksi lingkungan sekitar. Para peneliti masih terus mempelajari struktur mikroskopis dari fosil kulit tersebut untuk memahami fungsi biologisnya secara lebih mendalam.
Temuan ini memberikan gambaran baru tentang evolusi dinosaurus, khususnya terkait adaptasi tubuh yang berkembang untuk bertahan hidup di lingkungan prasejarah. Para ilmuwan juga menilai bahwa penemuan ini membuka peluang untuk menemukan lebih banyak spesies dinosaurus dengan karakteristik unik di masa depan.
Penelitian mengenai Haolong dongi telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Ecology & Evolution pada Februari 2026, dan diharapkan dapat memperluas pemahaman ilmuwan mengenai keanekaragaman dinosaurus serta evolusi kulit dan struktur tubuh mereka. (Nature Ecology & Evolution; CNRS; ScienceDaily; Discover Wildlife/P-3)
Penanggalan radiometrik dan korelasi stratigrafi menguatkan usia fosil pada rentang Kapur Tengah hingga Akhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved