Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Temuan pada Buaya Ungkap Misteri Baru, Cara Hitung Usia Dinosaurus Perlu Direvisi

N Apuan Iskandar
17/3/2026 12:21
Temuan pada Buaya Ungkap Misteri Baru, Cara Hitung Usia Dinosaurus Perlu Direvisi
Ilustrasi(freepik)

PENELITIAN terbaru pada buaya membuka perspektif baru dalam dunia paleontologi. Temuan ini menunjukkan metode yang selama ini digunakan untuk menghitung usia dinosaurus kemungkinan perlu ditinjau ulang. Hal tersebut berangkat dari kesamaan biologis antara buaya modern dan reptil purba, termasuk dinosaurus, yang sama-sama berada dalam kelompok archosaur.

Selama ini, ilmuwan memperkirakan usia dinosaurus melalui analisis cincin pertumbuhan pada tulang, mirip dengan cara menghitung umur pohon. Metode ini mengandalkan garis pertumbuhan tahunan yang dikenal sebagai lines of arrested growth (LAGs). Namun, studi terhadap buaya menunjukkan pembentukan cincin tersebut tidak selalu terjadi secara konsisten setiap tahun.

Penelitian yang melibatkan spesies seperti Crocodylus niloticus menemukan faktor lingkungan seperti suhu, ketersediaan makanan, dan kondisi habitat dapat memengaruhi pembentukan garis pertumbuhan. Dalam beberapa kasus, buaya dapat membentuk lebih dari satu cincin dalam setahun atau bahkan tidak membentuk cincin sama sekali dalam periode tertentu.

Temuan ini menjadi signifikan karena selama ini para ilmuwan mengasumsikan bahwa dinosaurus memiliki pola pertumbuhan yang relatif stabil. Jika asumsi tersebut tidak sepenuhnya akurat, maka estimasi usia dinosaurus yang selama ini digunakan bisa mengalami bias.

Menurut studi dalam jurnal ilmiah seperti Proceedings of the Royal Society B, variasi dalam pembentukan LAGs pada reptil modern menunjukkan bahwa interpretasi umur berdasarkan struktur tulang perlu mempertimbangkan faktor fisiologis dan lingkungan secara lebih komprehensif.

Selain itu, penelitian ini juga menyoroti bahwa metabolisme dan pola pertumbuhan reptil dapat lebih fleksibel dibandingkan yang sebelumnya diperkirakan. Hal ini membuka kemungkinan bahwa beberapa spesies dinosaurus mungkin tumbuh dengan kecepatan yang tidak seragam, tergantung pada kondisi lingkungan tempat mereka hidup.

Implikasi dari temuan ini cukup luas. Tidak hanya berdampak pada estimasi usia individu dinosaurus, tetapi juga pada pemahaman mengenai siklus hidup, kecepatan pertumbuhan, dan dinamika populasi mereka di masa lalu.

Para peneliti kini mendorong penggunaan pendekatan multidisipliner, termasuk analisis kimia tulang dan pemodelan lingkungan purba, untuk mendapatkan estimasi usia yang lebih akurat. Dengan pendekatan ini, diharapkan rekonstruksi kehidupan dinosaurus dapat menjadi lebih mendekati kondisi sebenarnya.(Proceedings of the Royal Society/Journal of Vertebrate Paleontology/Smithsonian National Museum of Natural History/University of Florida Crocodylian Biology Research Program/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya