Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Buaya Sering Muncul di Sungai Mentaya, BKSDA Sampit Pasang Spanduk Peringatan

Surya Sriyanti
27/1/2026 07:53
Buaya Sering Muncul di Sungai Mentaya, BKSDA Sampit Pasang Spanduk Peringatan
Ilustrasi(Dok Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit)

BUAYA sering muncul di berbagai titik di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalteng , membuat sungai utama di Kota Sampit itu kian berbahaya, terutama bagi anak-anak dan warga yang kerap beraktivitas di bantaran sungai.

Untuk itu Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit melakukan upaya pencegahan, sejumlah spanduk peringatan mulai dipasang di lokasi-lokasi yang dinilai rawan, termasuk kawasan persiran Baamang yang selama ini ramai digunakan warga.

Kepala Resort BKSDA Sampit, Muriansyah, menyampaikan bahwa meskipun kewenangan penanganan buaya saat ini telah beralih, pihaknya tetap ikut mengambil peran dalam mengingatkan masyarakat.

“Walaupun bukan lagi kewenangan utama kami, keselamatan warga tetap menjadi perhatian. Karena itu kami ikut membantu mengingatkan masyarakat,” ujar Muriansyah, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, spanduk peringatan dipilih sebagai media edukasi karena dinilai lebih mudah dilihat dan diingat, khususnya oleh anak-anak. Selama ini, larangan secara lisan sering kali tidak diindahkan.

“Banyak orang tua mengaku sudah sering melarang, tapi anak-anak tetap bermain di sungai. Dengan spanduk, ada pengingat yang lebih kuat,” katanya.

Muriansyah menegaskan bahwa Sungai Mentaya saat ini tidak bisa lagi dianggap aman. Buaya tidak hanya muncul di jalur lalu lintas sungai, tetapi juga dilaporkan mendekati kawasan permukiman warga.

Meski sejak tahun ini (2026) penanganan buaya berada di bawah Dinas Perikanan dan Kelautan, menurutnya upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan pada satu instansi. Edukasi dan kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban, ungkap dia.

“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Semua pihak harus saling mengingatkan terhadap potensi bahaya ini,” tegasnya.

Warga pun diminta untuk membatasi aktivitas di sungai, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, serta mematuhi seluruh imbauan keselamatan demi menghindari risiko serangan buaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu, pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya