Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

9 Makhluk Purba yang masih Hidup Berdampingan dengan Manusia

Abi Rama
22/11/2025 14:12
9 Makhluk Purba yang masih Hidup Berdampingan dengan Manusia
Makhluk purba yang masih hidup hingga kini.(Dok. Freepik)

BAYANGKAN sedang berjalan di taman lalu melihat makhluk yang garis keturunannya lebih tua daripada manusia. Bukan fosil di museum, tetapi hewan hidup yang dapat ditemui di sekitar kita.

Mulai dari buaya hingga ayam di pekarangan, sejumlah hewan modern berasal dari garis evolusi yang sudah ada puluhan hingga ratusan juta tahun sebelum manusia muncul.

Berikut sembilan makhluk purba yang masih hidup hingga kini, dikutip dari BBC Earth.

1. Kepiting

Kepiting dikenal dengan tubuh keras bercangkang yang kerap disamakan dengan dinosaurus berzirah seperti Ankylosaurus. Garis keturunan krustasea, termasuk lobster dan kepiting tapal kuda, sudah ada sejak 450 juta tahun lalu, jauh sebelum dinosaurus.

Pada periode Kapur, kepiting mengalami ledakan keanekaragaman sehingga 80% kelompok kepiting modern muncul dan bertahan dari kepunahan massal. Selain penting secara ekologis, kepiting juga bernilai ekonomi tinggi, meski beberapa spesies dapat menjadi invasif.

2. Hiu

Hiu sering disebut makhluk purba, tetapi kenyataannya mereka jauh lebih tua. Bentuk mirip hiu sudah muncul sejak 450 juta tahun lalu.

Hiu selamat dari berbagai kepunahan massal dan berevolusi menjadi banyak bentuk unik, mulai dari raksasa Megalodon hingga Helicoprion si hiu bergigi spiral. Mereka sangat penting bagi keseimbangan laut, namun kini banyak terancam akibat penangkapan berlebihan.

3. Buaya

Buaya merupakan anggota kelompok archosaur, sama seperti leluhur dinosaurus dan burung. Archosaur pertama muncul sekitar 250 juta tahun lalu, sementara leluhur buaya modern ada sekitar 95 juta tahun lalu.

Ciri khas tubuh rendah, moncong panjang, dan ekor kuat membuatnya sangat mirip dengan kerabat purbanya seperti Deinosuchus. Menariknya, burung adalah satu-satunya archosaur lain yang masih hidup hingga sekarang.

4. Penyu Laut

Penyu pertama kali muncul sekitar 230 juta tahun lalu dan mampu bertahan melewati kepunahan besar di akhir Trias dan Kapur. Setelah peristiwa kepunahan Kapur, penyu justru berkembang menjadi banyak spesies baru.

Cangkang yang berasal dari modifikasi tulang rusuk menjadi adaptasi penting yang membantu mereka bertahan di berbagai habitat.

5. Kasuari

Burung besar ini sering dianggap mirip dinosaurus karena ukuran tubuh dan cakar tajamnya. Kasuari hidup di Australia utara, Papua Nugini, dan sebagian Indonesia.

Tonjolan keras di kepala (casque) diduga berfungsi mengatur suhu atau memperkuat resonansi suara rendah. Meski indah, kasuari tergolong berbahaya jika terganggu.

6. Tuatara

Tuatara adalah sisa terakhir kelompok Rhynchocephalia yang pernah beragam antara 240-60 juta tahun lalu. Kini hanya ditemukan di pulau-pulau sekitar Selandia Baru.

Hewan ini terkenal berumur panjang (hingga 100 tahun) dan memiliki gigi bergerigi unik. Tuatara sangat rentan terhadap predator invasif dan perubahan habitat.

7. Kadal

Kadal berasal dari leluhur yang sama dengan archosaur pada akhir Trias. Dengan lebih dari 10.000 spesies, kadal menunjukkan kemampuan adaptasi ekstrem: berenang, memanjat, meluncur, menempel di permukaan licin, bahkan berlari di atas air.

Keanekaragaman adaptasi ini memungkinkan mereka bertahan dari berbagai kepunahan massal.

8. Burung Unta

Bersama kasuari, kiwi, dan emu, burung unta termasuk kelompok ratite, burung besar yang tidak bisa terbang.

Teori evolusi menyebutkan bahwa burung kecil nenek moyang mereka awalnya bisa terbang, namun beberapa garis keturunan berevolusi menjadi burung besar darat akibat kondisi lingkungan pulau atau daratan luas. Ciri bulu kusut dan rahang kasar diperkirakan merupakan adaptasi menghadapi predator.

9. Ayam

Penelitian kolagen pada fosil T-rex tahun 2003 menunjukkan kemiripan signifikan dengan kolagen ayam dan burung unta. Ini menjadi bukti molekuler bahwa burung modern, termasuk ayam, mewarisi struktur dasar dari dinosaurus. Jadi, hewan yang sering kita temui di pekarangan ini sebenarnya memiliki hubungan evolusi dengan predator purba terbesar di Bumi. (BBC Earth/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya