Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MEMASUKI hari ke-4 operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Kalimantan Tengah, hujan sudah mulai mengguyuri beberapa lokasi, diantaranya Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangkaraya dan sekitarnya.
Menurut keterangan resmi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC)-Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Kepala BBTMC Tri Handoko Seto memantau langsung proses TMC di Palangkaraya hari ini.
“Ini progres yang luar biasa, kami bersyukur. Hujan turun pada sore hari ini dengan intensitas sedang hingga lebat. Besok kami baru dapat menghitung volume airnya," ujar Handoko Seto di Palangkaraya, Jumat (20/9).
Baca juga: Jumlah Titik Karhutla di Bengkulu Terus Bertambah
Tim BBTMC-BPPT didukung TNI AU pada siang hari melakukan penyemaian awan di tujuh kabupaten menggunakan pesawat CN 295 dengan mengangkut 2.400 kg NaCL.
Wilayah yang menjadi target, yaitu Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Sampit, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Barito, Kabupaten Katingan, dan Kota Palangkaraya.
“Pesawat jenis ini memang dapat menjangkau wilayah cukup luas hanya dalam satu kali terbang. Pada pagi hari prediksi cuaca di Palangkaraya tidak hujan. Namun, berkat kemurahanNya dan kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil menggembirakan dengan turun hujan cukup lebat sore hari di Palangkaraya sekitarnya," jelas Handoko.
Selain Kota Palangkaraya, lanjut Handoko, hujan cukup deras juga turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT Fikri Nur Muhammad di Kalteng menjelaskan sepanjang lintasan area penyemaian, terpantau awan cumulus di ketinggian 15.000 kaki.
"Selain bahan semai NaCL, kami menggunakan kapur tohor untuk strategi penyemaian awan," kata Fikri.
Operasi TMC Penanggulangan Karhutla di Kalteng dipusatkan di Posko Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dengan diperkuat tim BBTMC-BPPT sebanyak lima orang (termasuk Flight Scientist), dan didukung 13 orang dari TNI AU untuk kru pesawat. (OL-8)
SEBANYAK 76 titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau satelit berada di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau sejak 24 hingga 31 Agustus 2025.
Sebagai negara dengan area hutan yang didominasi oleh lahan gambut, komitmen pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan dan mitigasi karhutla dinilai masih harus terus ditingkatkan.
Berdasarkan informasi, bibit kelapa sawit yang ditanami telah mencapai seluas 1 hektare (ha) di lokasi karhutla yang menghanguskan sekitar 50 ha lahan gambut.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari, sejak 10 hingga 19 Agustus 2025.
BNPB mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas tahun ini relatif kecil, hanya sekitar 3.000 hektare
Pemerintah Spanyol menambah 500 pemadam kebakaran, menjadi total 1.900 orang untuk mengatasi kebakaran hutan. Korban jiwa bertambah menjadi empat orang.
Uni Eropa mengirimkan dua pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol untuk membantu memadamkan kebakaran hutan.
Badan Keamanan dan Situasi Darurat Wilayah Otonomi Madrid menyatakan 180 orang dievakuasi akibat kebakaran hutan tersebut.
Gelombang panas mencapai 44°C melanda Eropa Selatan, memicu kebakaran hutan dan memaksa ribuan orang tinggalkan rumah.
Lebih dari seribu orang dievakuasi di Spanyol akibat kebakaran hutan yang terus meluas.
Kawasan bukit Corbières di Prancis selatan terbakar. Sekitar 8.000 lahan dilalap api, menutup akses jalan tol, dan melukai dua orang.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved