Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menurunkan tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai muncul di sejumlah provinsi di Sumatera pada awal 2026.
Melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut), Manggala Agni telah melakukan pemadaman karhutla di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Kemenhut menyebut sejumlah wilayah di Sumatera saat ini masuk kategori rawan karhutla seiring meningkatnya titik panas dan potensi kekeringan.
"Wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, serta sebagian Sumatera Selatan menjadi daerah rawan karhutla sehingga membutuhkan kewaspadaan dan upaya pencegahan yang lebih intensif,” ungkap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi dalam keterangan resmi, Kamis (29/1).
Upaya pemadaman intensif yang dilakukan Manggala Agni bersama para pihak berhasil memadamkan kebakaran seluas 4,5 hektare di Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Selain itu, kebakaran seluas 2 hektare di Desa Bunsur, Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau, juga telah dinyatakan padam pada Minggu (25/1).
Namun demikian, hingga kini tim Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama Satgas Karhutla Kabupaten Pelalawan masih melakukan pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti dan Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Pemadaman juga masih berlangsung di Aceh Barat, tepatnya di Desa Suak Raya dan Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, oleh Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama BPBD Aceh Barat dan KPH Wilayah IV Aceh Barat.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
“Patroli ini digunakan untuk mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat respons apabila ada kejadian. Termasuk untuk mengecek kondisi bahan bakar, potensi sumber air, dan isu karhutla di masyarakat,” ujar Ferdian.
Ia menambahkan, tim Manggala Agni Daops Sumatera II/Pematang Siantar dan Daops Sumatera III/Labuhan Batu juga tengah bergerak menuju lokasi kebakaran di Panai Tengah, Kabupaten Labuhan Batu, serta Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Berdasarkan pemantauan tinggi muka air tanah melalui Sistem Pemantauan Tinggi Air Tanah (Simatag) Kementerian Lingkungan Hidup, sejumlah titik pengamatan di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Jambi menunjukkan penurunan hingga level rawan, sangat rawan, bahkan berbahaya. Sementara itu, pemantauan hotspot harian menunjukkan peningkatan jumlah dan sebaran titik panas yang hampir merata di Sumatera.
“Pengamatan Fire Danger Rating System dari BMKG juga memperlihatkan peningkatan tingkat kerawanan,” kata Ferdian.
Kemenhut menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan berbagai pihak guna menuntaskan pemadaman karhutla dan mencegah meluasnya kebakaran di wilayah Sumatra. (H-2)
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
MEMASUKI pekan terakhir bulan Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana hingga Selasa (26/8) pukul 07.00 WIB.
Kebakaran melanda Arthur’s Seat, bukit ikonik di Edinburgh, Skotlandia. Api cepat menjalar di Holyrood Park, memaksa evakuasi warga dan wisatawan.
Kementerian Kehutanan menindak tegas pelaku kebakaran hutan. Sebanyak 10 korporasi telah disegel dan dalam penyelidikan dan 2 perusahaan dikenakan sanksi administratif.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved