Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KAROPENMAS Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan sejauh ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk pemadaman api pada titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, salah satunya dengan pembuatan hujan buatan.
"Ya dilaksanakan. Kemarin dari pesawat TNI AU sudah melakukan penyemaian awan untuk hujan buatan. Water bombing sehari bisa lebih dari 40 sampai 50 sorti untuk melakukan water boombing," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/9).
Baca juga: Polisi Tetapkan 185 Tersangka dan 4 Korporasi Kasus Karhutla
Titik panas paling banyak di Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Kata Dedi, Berdasarkan kunjungan Kapolri Jenderal Tito karnavian, diketahui titik api mengalami mengalami penurunan lebih dari 600 titik jadi 350-400 titik api.
"Memang kebakarannya kecil-kecil cuma jumlahnya yang memang cukup banyak itu," lanjutnya.
Dedi menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Riau merupakan merupakan tempat pusaran angin dari Sumatera Selatan, Jambi memasuki Selat Malaka dan terjadi perputaran di wilayah tersebut.
"Jadi di situ semuanya asap itu mengumpulnya di Riau. Mutar. Sehingga terjadi perlambatan, penumpukan di situ," pungkasnya. (OL-8)
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Selain modul ambulans, Prabowo memerintahkan TNI agar ditambah alat penanggulangan bencana. Khususnya saat kebakaran.
WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan semangat pada seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengelola kawasan hutan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved