Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Comeback BTS Picu Ledakan Ekonomi, Tarif Hotel di Seoul Naik hingga Rp23 Juta per Malam!

 Gana Buana
18/3/2026 13:49
Comeback BTS Picu Ledakan Ekonomi, Tarif Hotel di Seoul Naik hingga Rp23 Juta per Malam!
 BTS siap guncang ekonomi global lewat tur dunia 2026.(Instagram)

Kembalinya grup K-Pop global, BTS diperkirakan tidak hanya mengguncang industri hiburan global, tetapi juga memicu lonjakan aktivitas ekonomi dalam skala besar. Setelah hampir empat tahun hiatus, BTS disebut-sebut akan menciptakan fenomena baru yang dijuluki “BTSnomics”, seiring rencana tur dunia mereka yang mencakup 82 pertunjukan di 34 kota.

Lembaga Korea Culture and Tourism Institute memperkirakan setiap pertunjukan dalam tur tersebut dapat menghasilkan sekitar 1,2 triliun won atau setara sekitar Rp14 triliun. Dengan proyeksi itu, tur dunia BTS disebut berpotensi melampaui rekor pendapatan tur dunia milik Taylor Swift, terutama pada leg Amerika Utara.

Profesor dari Berklee College of Music, Ray Seol, mengatakan pengaruh BTS kini melampaui status mereka sebagai grup musik semata. Kepada CNN, ia menyebut BTS sebagai salah satu penggerak utama industri hiburan global.

Dampak ekonomi dari comeback BTS mulai terasa bahkan sebelum tur dimulai. Menjelang peluncuran album kelima BTS, “Arirang”, pada Jumat (20/3) mendatang, harga hotel bintang lima di kawasan Gwanghwamun, Seoul, dilaporkan melonjak hingga 2 juta won atau sekitar Rp23 juta per malam.

Selain sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, toko bebas bea, hingga gerai merchandise K-Pop juga mulai bersiap menghadapi lonjakan wisatawan mancanegara. Antusiasme publik diperkirakan memuncak pada Sabtu mendatang saat BTS dijadwalkan menggelar konser gratis di Gwanghwamun Square.

Konser itu disebut akan disiarkan langsung melalui Netflix dan ditargetkan menjangkau sekitar 50 juta penonton di 190 negara. Dalam penampilan tersebut, BTS dijadwalkan membawakan lagu hit “Dynamite” serta single terbaru mereka, “SWIM.”

Pemerintah Seoul menyiapkan acara tersebut dalam skala besar. Area sepanjang sekitar satu kilometer di pusat kota diubah menjadi zona penonton berkapasitas 22.000 kursi, untuk mengakomodasi estimasi kehadiran hingga 260.000 penggemar.

Para anggota BTS juga direncanakan memasuki lokasi konser melalui jalur seremonial yang disebut “King’s Road”, melintasi kawasan Istana Gyeongbok hingga panggung utama.

Namun, rencana itu memicu kritik. Penutupan jalan dan pembatasan akses di salah satu titik terpadat di Seoul dinilai berisiko mengganggu aktivitas publik secara luas. Sejumlah kritikus menilai lokasi konser seharusnya dipilih di area terbuka yang lebih luas agar tidak melumpuhkan pusat kota.

Sebagai perbandingan, sejumlah pihak menyinggung konser gratis Lady Gaga di Pantai Copacabana, Brasil, yang dianggap lebih ideal karena digelar di ruang terbuka tanpa mengganggu kawasan inti perkotaan.

Tur dunia BTS 2026 diproyeksikan menjadi salah satu peristiwa hiburan terbesar tahun depan, dengan rincian utama meliputi 82 pertunjukan di 34 kota, estimasi pendapatan 1,2 triliun won per pertunjukan, serta target siaran global mencapai 50 juta penonton. (Koreatimes/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik