Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
BTS akhirnya resmi kembali. Namun, comeback mereka kali ini terasa lebih besar daripada sekadar kembalinya grup idol ke panggung musik.
Lewat konser perdana di Gwanghwamun Square pada Sabtu (21/3), BTS menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir untuk melepas rindu dengan penggemar, tetapi juga membawa identitas budaya Korea Selatan ke panggung internasional dengan cara yang megah dan terukur.
Setelah vakum selama empat tahun, BTS membuka era baru mereka lewat pertunjukan gratis yang dipadati sekitar 104 ribu ARMY.
Dari jumlah itu, hanya sekitar 22 ribu orang yang mendapat akses ke area utama di Gwanghwamun Square, sementara sisanya menyaksikan lewat layar raksasa di area luar.
Antusiasme itu bahkan belum sepenuhnya menggambarkan skala pengaruh BTS, sebab penggemar dari berbagai negara juga ikut menyaksikan konser tersebut melalui layanan streaming Netflix.
Dalam konser tersebut, BTS membawakan total 12 lagu, terdiri dari delapan lagu dari album terbaru mereka, Arirang, serta empat lagu hit global seperti Butter dan Dynamite.
Kehangatan konser juga terasa ketika para member secara langsung mengungkapkan kerinduan mereka kepada ARMY, seolah menegaskan bahwa penantian panjang itu akhirnya terbayar.
Kembalinya BTS langsung menyita perhatian publik global. Sejumlah media internasional menyoroti konser di Gwanghwamun Square bukan hanya karena skala acaranya, tetapi juga karena makna simbolik di balik pemilihan lokasi tersebut. Gwanghwamun bukan sekadar ruang publik biasa, melainkan salah satu titik yang lekat dengan sejarah dan identitas budaya Korea Selatan.
Pilihan artistik BTS dalam comeback ini pun memperlihatkan arah yang jelas. Sebelum perilisan album, mereka merilis cuplikan animasi Arirang yang terinspirasi dari kisah tujuh mahasiswa Korea yang merekam musik Korea pertama pada 1896.
Sementara itu, nama album Arirang sendiri diambil dari lagu tradisional Korea Selatan yang telah lama menjadi simbol emosi dan jati diri bangsa tersebut.
Dengan demikian, comeback ini bukan hanya tentang musik baru, melainkan juga tentang bagaimana BTS mengemas warisan budaya Korea menjadi pertunjukan pop modern yang bisa dinikmati audiens global. Mereka tidak sekadar tampil sebagai bintang K-pop, tetapi juga sebagai wajah budaya Korea yang terus berkembang dan menembus batas negara.
Pesan budaya itu juga terlihat kuat dari kostum panggung yang dikenakan BTS dalam konser di Gwanghwamun. Grup ini tampil dengan rancangan rumah mode Songzio yang memadukan elemen warisan tradisional Korea dengan pendekatan modern.
Salah satu perancang Songzio, Song Jae-woo, menjelaskan bahwa kostum tersebut terinspirasi dari para pejuang, cendekiawan, dan seniman yang membentuk sejarah Korea. Gagasan itu kemudian diterjemahkan ke dalam busana yang menggambarkan BTS sebagai pelopor sejarah baru Korea di panggung global.
Menurut Jae-woo, rancangan tersebut juga merupakan upaya untuk menafsirkan ulang akar budaya dan kepekaan khas Korea, terutama emosi “han” (恨), yang kerap dianggap merepresentasikan pengalaman historis dan batin masyarakat Korea.
Awalnya, Songzio ingin menghadirkan reinterpretasi baju zirah tradisional. Namun, karena desain berlapis dinilai terlalu kaku untuk menunjang gerakan dinamis di atas panggung, unsur tersebut akhirnya dipadukan dengan siluet Hanbok agar tetap fungsional sekaligus simbolis.
Menariknya, setiap anggota BTS juga mengenakan karakter desain yang berbeda. RM tampil dengan inspirasi pahlawan, Jin sebagai seniman, Jimin sebagai penyair, Suga sebagai arsitek, Jungkook sebagai pelopor, J-Hope sebagai penyanyi pansori, dan V sebagai sosok modis.
Detail ini membuat kostum mereka bukan hanya pelengkap visual, melainkan bagian dari narasi besar yang sedang dibangun.
Langkah BTS setelah konser ini memperlihatkan bahwa comeback mereka memang disiapkan untuk menjangkau panggung dunia.
Mereka dijadwalkan melanjutkan promosi di Amerika Serikat melalui pertunjukan Spotify di New York pada 26 Maret dan tampil dalam program The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada 25-26 Maret 2026.
Tak berhenti di sana, BTS juga akan memulai tur dunia dari Stadion Goyang pada 9-12 April 2026. Dalam rangkaian tur tersebut, Songzio mengungkapkan bahwa BTS akan kembali mengenakan kostum rancangan mereka yang tetap membawa unsur warisan Korea.
Bahkan, pihak desainer menyebut tengah menyiapkan interpretasi baru atas bendera Korea Selatan untuk kostum konser berikutnya.
Jika melihat keseluruhan konsep ini, BTS tampaknya sedang melakukan sesuatu yang lebih besar daripada comeback biasa. Mereka bukan hanya meramaikan kembali industri musik internasional, tetapi juga memperkuat posisi budaya Korea Selatan di hadapan dunia.
Melalui musik, visual, lokasi konser, hingga kostum, BTS menunjukkan bahwa pop culture dapat menjadi alat yang sangat kuat untuk membawa identitas nasional ke level global.
Comeback ini pun terasa seperti pernyataan besar: BTS telah kembali, dan bersama mereka, Korea kembali melangkah lebih jauh untuk “menaklukkan” dunia, bukan dengan kekuatan, melainkan lewat budaya. (Korea.net/The Chosun Daily/Z-10)
BTS resmi kembali! Simak ulasan mendalam perjalanan karier BTS dari debut hingga konser bersejarah di Gwanghwamun Seoul 2026.
BTS resmi comeback dengan album penuh ARIRANG. Tandai era BTS 2.0, RM dkk siap guncang Gwanghwamun Square lewat konser global bareng Netflix.
BTS resmi merilis MV Swim dan album ARIRANG hari ini, 20 Maret 2026. Simak detail kolaborasi global dan jadwal konser Gwanghwamun di sini.
Kepolisian Seoul terapkan pengamanan ketat lapis tiga dan kerahkan 6.700 personel di konser BTS Gwanghwamun akibat ancaman teror global.
Meriahkan comeback BTS Arirang 2026, Seoul diserbu menu edisi terbatas. Cek daftar kafe, resto, hingga hotel mewah yang wajib dikunjungi ARMY!
Meriahkan comeback BTS Arirang 2026, Seoul diserbu menu edisi terbatas. Cek daftar kafe, resto, hingga hotel mewah yang wajib dikunjungi ARMY!
Apa persamaan pemenang Tony Award, pegulat profesional, penulis legendaris, dan bintang tenis dunia? Jawabannya adalah sama-sama mengidolakan BTS.
Presiden Lee Jae-myung instruksikan pengamanan maksimal dan kenaikan status waspada teror jelang konser comeback BTS di Seoul.
Comeback BTS diprediksi picu ledakan ekonomi global. Tur 82 konser berpotensi pecahkan rekor, sementara Seoul mulai rasakan dampak BTSnomics.
Gebrakan awal comeback BTS! 7.000 kopi edisi spesial ludes dalam sehari. Simak detail peluncuran album Arirang dan jadwal live di Gwanghwamun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved