Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

BTS Comeback bukan Sekadar Musik, Ini Cara Korea Menaklukkan Dunia Lagi!

Asha Bening Rembulan
25/3/2026 15:03
BTS Comeback bukan Sekadar Musik, Ini Cara Korea Menaklukkan Dunia Lagi!
BTS resmi comeback dengan konser spektakuler di Seoul.(Dok. Netflix)

BTS akhirnya resmi kembali. Namun, comeback mereka kali ini terasa lebih besar daripada sekadar kembalinya grup idol ke panggung musik.

Lewat konser perdana di Gwanghwamun Square pada Sabtu (21/3), BTS menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir untuk melepas rindu dengan penggemar, tetapi juga membawa identitas budaya Korea Selatan ke panggung internasional dengan cara yang megah dan terukur.

Setelah vakum selama empat tahun, BTS membuka era baru mereka lewat pertunjukan gratis yang dipadati sekitar 104 ribu ARMY.

Dari jumlah itu, hanya sekitar 22 ribu orang yang mendapat akses ke area utama di Gwanghwamun Square, sementara sisanya menyaksikan lewat layar raksasa di area luar.

Antusiasme itu bahkan belum sepenuhnya menggambarkan skala pengaruh BTS, sebab penggemar dari berbagai negara juga ikut menyaksikan konser tersebut melalui layanan streaming Netflix.

Dalam konser tersebut, BTS membawakan total 12 lagu, terdiri dari delapan lagu dari album terbaru mereka, Arirang, serta empat lagu hit global seperti Butter dan Dynamite.

Kehangatan konser juga terasa ketika para member secara langsung mengungkapkan kerinduan mereka kepada ARMY, seolah menegaskan bahwa penantian panjang itu akhirnya terbayar.

Lebih dari Comeback BTS Membawa Korea ke Panggung Dunia

Kembalinya BTS langsung menyita perhatian publik global. Sejumlah media internasional menyoroti konser di Gwanghwamun Square bukan hanya karena skala acaranya, tetapi juga karena makna simbolik di balik pemilihan lokasi tersebut. Gwanghwamun bukan sekadar ruang publik biasa, melainkan salah satu titik yang lekat dengan sejarah dan identitas budaya Korea Selatan.

Pilihan artistik BTS dalam comeback ini pun memperlihatkan arah yang jelas. Sebelum perilisan album, mereka merilis cuplikan animasi Arirang yang terinspirasi dari kisah tujuh mahasiswa Korea yang merekam musik Korea pertama pada 1896.

Sementara itu, nama album Arirang sendiri diambil dari lagu tradisional Korea Selatan yang telah lama menjadi simbol emosi dan jati diri bangsa tersebut.

Dengan demikian, comeback ini bukan hanya tentang musik baru, melainkan juga tentang bagaimana BTS mengemas warisan budaya Korea menjadi pertunjukan pop modern yang bisa dinikmati audiens global. Mereka tidak sekadar tampil sebagai bintang K-pop, tetapi juga sebagai wajah budaya Korea yang terus berkembang dan menembus batas negara.

Saat Kostum Panggung Menjadi Pernyataan Budaya

Pesan budaya itu juga terlihat kuat dari kostum panggung yang dikenakan BTS dalam konser di Gwanghwamun. Grup ini tampil dengan rancangan rumah mode Songzio yang memadukan elemen warisan tradisional Korea dengan pendekatan modern.

Salah satu perancang Songzio, Song Jae-woo, menjelaskan bahwa kostum tersebut terinspirasi dari para pejuang, cendekiawan, dan seniman yang membentuk sejarah Korea. Gagasan itu kemudian diterjemahkan ke dalam busana yang menggambarkan BTS sebagai pelopor sejarah baru Korea di panggung global.

Menurut Jae-woo, rancangan tersebut juga merupakan upaya untuk menafsirkan ulang akar budaya dan kepekaan khas Korea, terutama emosi “han” (恨), yang kerap dianggap merepresentasikan pengalaman historis dan batin masyarakat Korea.

Awalnya, Songzio ingin menghadirkan reinterpretasi baju zirah tradisional. Namun, karena desain berlapis dinilai terlalu kaku untuk menunjang gerakan dinamis di atas panggung, unsur tersebut akhirnya dipadukan dengan siluet Hanbok agar tetap fungsional sekaligus simbolis.

Menariknya, setiap anggota BTS juga mengenakan karakter desain yang berbeda. RM tampil dengan inspirasi pahlawan, Jin sebagai seniman, Jimin sebagai penyair, Suga sebagai arsitek, Jungkook sebagai pelopor, J-Hope sebagai penyanyi pansori, dan V sebagai sosok modis.

Detail ini membuat kostum mereka bukan hanya pelengkap visual, melainkan bagian dari narasi besar yang sedang dibangun.

BTS dan Gelombang Baru Dominasi Korea di Industri Global

Langkah BTS setelah konser ini memperlihatkan bahwa comeback mereka memang disiapkan untuk menjangkau panggung dunia.

Mereka dijadwalkan melanjutkan promosi di Amerika Serikat melalui pertunjukan Spotify di New York pada 26 Maret dan tampil dalam program The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada 25-26 Maret 2026.

Tak berhenti di sana, BTS juga akan memulai tur dunia dari Stadion Goyang pada 9-12 April 2026. Dalam rangkaian tur tersebut, Songzio mengungkapkan bahwa BTS akan kembali mengenakan kostum rancangan mereka yang tetap membawa unsur warisan Korea.

Bahkan, pihak desainer menyebut tengah menyiapkan interpretasi baru atas bendera Korea Selatan untuk kostum konser berikutnya.

Jika melihat keseluruhan konsep ini, BTS tampaknya sedang melakukan sesuatu yang lebih besar daripada comeback biasa. Mereka bukan hanya meramaikan kembali industri musik internasional, tetapi juga memperkuat posisi budaya Korea Selatan di hadapan dunia.

Melalui musik, visual, lokasi konser, hingga kostum, BTS menunjukkan bahwa pop culture dapat menjadi alat yang sangat kuat untuk membawa identitas nasional ke level global.

Comeback ini pun terasa seperti pernyataan besar: BTS telah kembali, dan bersama mereka, Korea kembali melangkah lebih jauh untuk “menaklukkan” dunia, bukan dengan kekuatan, melainkan lewat budaya. (Korea.net/The Chosun Daily/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya