Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

Horor Satir Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Pukau Penonton Berlinale 2026

Basuki Eka Purnama
19/2/2026 05:00
Horor Satir Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Pukau Penonton Berlinale 2026
Cuplikan adegan dari film Ghost in the Cell(imdb)

SUTRADARA Indonesia, Joko Anwar, kembali mencatatkan prestasi di panggung internasional. Karya terbaru garapannya, yang bertajuk Ghost in the Cell mendapat sambutan antusias dari publik dalam penayangan perdana di ajang Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

Selama festival yang berlangsung dari 13 hingga 22 Februari 2026 tersebut, film ini dijadwalkan naik layar sebanyak empat kali. 

Berdasarkan siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (17/2), seluruh tiket penayangan film tersebut dilaporkan terjual habis (sold out).

Antusiasme penonton di Berlin terlihat sangat dinamis. Ruang pemutaran film dipenuhi dengan reaksi yang beragam, mulai dari tawa lepas, teriakan histeris, hingga tepuk tangan meriah. 

Hal ini menunjukkan bahwa elemen horor supranatural yang dipadukan dengan komedi satir dalam film tersebut berhasil menyentuh emosi penonton mancanegara.

Eksplorasi Horor yang Reflektif

Dalam Ghost in the Cell, Joko Anwar tidak sekadar menyajikan ketakutan visual. Ia mengeksplorasi elemen horor supranatural untuk menghadirkan tontonan yang menghibur sekaligus menggugah kesadaran.

"Kami ingin bikin film yang benar-benar menghibur. Tapi, ketika film selesai akan ada pemikiran yang nempel di kepala mereka tentang situasi hidup di Indonesia," ungkap Joko Anwar, yang bertindak sebagai penulis skenario sekaligus sutradara. 

"Ini adalah film kami yang paling menghibur saat ini, tapi juga reflektif," tambahnya.

Senada dengan Joko, produser Tia Hasibuan menyampaikan bahwa meskipun cerita film ini merefleksikan dinamika sosial yang terjadi di Indonesia, pesan yang dibawa ternyata bersifat universal.

"Namun, saat melihat respons penonton dari luar Indonesia di Berlinale, ternyata horor komedi satir ini juga bisa relate dengan mereka," tutur Tia. 

Ia pun berharap kesuksesan di Berlin ini menjadi modal positif saat film tersebut menyapa penonton di tanah air. 

"Semoga sambutan positif ini berlanjut saat filmnya tayang di Indonesia pada 16 April 2026," tegasnya

Melanjutkan Tren Prestasi

Ghost in the Cell menjadi pembuktian konsistensi Joko Anwar setelah tahun 2025 yang gemilang. 

Akhir tahun lalu, ia dianugerahi tanda kehormatan Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres dari Pemerintah Prancis atas kontribusinya di bidang kebudayaan.

Sebelumnya, film besutannya yang berjudul Pengepungan di Bukit Duri juga sukses besar dengan memborong lima Piala Citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2025 serta meraih tiga penghargaan dalam Festival Film Pilihan Tempo.

Melalui Ghost in the Cell, Joko Anwar sekali lagi mempertegas posisinya sebagai salah satu sineas Asia yang mampu mengemas isu lokal ke dalam bahasa sinematik global. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya