Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Tembus Berlinale 2026

Nike Amelia Sari
17/1/2026 09:56
Film Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Tembus Berlinale 2026
Cuplikan adegan film Ghost in the Cell(imdb)

INDUSTRI film Indonesia kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Film terbaru garapan sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, resmi terpilih untuk masuk dalam seleksi seksi Forum di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

Seksi Forum di Berlinale dikenal sebagai ruang kurasi bagi film-film yang memiliki visi sinematik kuat, berani secara bentuk, serta tajam dalam membaca realitas sosial dan politik. 

Terpilihnya Ghost in the Cell menempatkan film ini dalam tradisi karya-karya yang mendorong batas sinema dan menawarkan perspektif tidak lazim, sejajar dengan film-film besar seperti Exhuma (2024) dan Snowpiercer*(2014) yang pernah mampir di seksi ini.

Joko Anwar mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, seksi Forum memiliki standar kuratorial yang sangat spesifik dalam menilai sebuah karya.

“Kami sangat bangga film Ghost in the Cell terpilih di section ini di Berlinale karena section ini dikenal sebagai section yang secara kuratorial selalu memilih film yang bukan sekadar mengandalkan cerita, tetapi juga relevansinya kuat dengan situasi sosial dan politik negara asal setiap film yang masuk seleksi ini,” ujar Joko Anwar dalam keterangan resmi, Jumat (16/1).

Kombinasi Horor dan Kritik Sosial

Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan. Film ini memadukan elemen horor dengan kritik sosial tajam untuk membongkar bagaimana sebuah sistem dapat melindungi kekuasaan, bahkan di dalam ruang hukuman sekalipun.

Produser film, Tia Hasibuan, menilai terpilihnya film ini di Berlinale menjadi sinyal positif bagi kualitas bercerita sineas tanah air di mata dunia.

“Ini sekaligus sinyal yang membuat Ghost in the Cell sebagai film yang menjanjikan kekuatan cerita, bahasa sinema, dan gagasan yang kuat dan menarik untuk segera dinikmati penonton bioskop Indonesia,” tutur Tia.

Jadwal Tayang dan World Premiere

Ghost in the Cell dijadwalkan melakukan world premiere di bioskop bersejarah Delphi Filmpalast am Zoo pada 13 Februari 2026. 

Selama rangkaian festival yang berlangsung pada 12-22 Februari 2026, film ini akan diputar sebanyak tiga kali di hadapan komunitas sinema global, mulai dari kritikus, kurator, hingga pelaku industri internasional.

Diproduksi Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures, film ini juga menggandeng Barunson E&A sebagai sales agent untuk distribusi skala global (worldwide). 

Kehadiran Barunson E&A diharapkan mampu membawa pesan sosial dan kengerian dalam Ghost in the Cell menjangkau penonton yang lebih luas di berbagai belahan dunia. (Ant/Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya