Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Joko Anwar bersiap comeback dalam film baru berjudul Ghost in The Cell, ini menjadi film ke-12 yang ditulis dan disutradarai Joko Anwar. Sebelumnya, Joko melalui Come and See Pictures telah sukses dengan Siksa Kubur dan Pengepungan di Bukit Duri.
Ghost in The Cell bakal menjadi film yang tidak biasa, menggabungkan dua genre terkuat di Industri film Indonesia yakni horor dan komedi, Ghost in The Cell akan mengobati rasa kangen penonton yang merindukan komedi ala Joko Anwar seperti di film Janji Joni dan Quickie Express (2007), sekaligus menggabungkan keseraman ala Pengabdi Setan (2017).
“Film ini menggabungkan dua genre yang sangat kontras. Di satu sisi membangun suasana yang gelap, seram, dan menegangkan tapi pada saat bersamaan juga harus memiliki timing yang presisi untuk menjaga komedinya,” kata produser Come and See Pictures, Tia Hasibuan, dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (6/12).
Official teaser dan poster dari Ghost in The Cell pun telah dirilis, dalam teaser menampilkan dua aktor cilik yang menjadi narator dan dikemas dengan penuh jenaka, mereka menggambarkan kekacauan, kelucuan, dan keseraman yang akan terjadi di dalam sel penjara. Kedua narator cilik pun mengingatkan, anak kecil belum bisa menonton film tersebut.
Sementara itu teaser poster menampilkan seluruh ansambel pemeran yang termasuk Abimana, Morgan Oey, Mike Lucock, Danang Suryonegoro, Yoga Pratama, dan para penghuni penjara dengan seragam kuning mereka terkejut dengan serpihan potongan tubuh yang tercecer di depan mereka.
Lewat official first look teaser trailer & teaser poster yang dirilis, film Ghost in The Cell akan menunjukkan perpaduan emosi penonton saat menyaksikannya di layar lebar pada 2026 mendatang. (H-3)
FILM karya Joko Anwar, Ghost in the Cell mendapat sambutan yang meriah saat penayangan perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
Lukman Sardi, Tora Sudiro, dan Aming dipastikan kembali hadir dalam satu judul film layar lebar, Ghost in The Cell (Hantu di Penjara) karya penulis dan sutradara Joko Anwar.
Komedi dan horor, dua-duanya adalah genre yang perlu craftmanship dan timing yang presisi. Menggabungkan keduanya adalah challenge terbesar kami dan para kru dan pemain berhasil mencapainya
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Selama Berlinale, yang berlangsung dari 13 hingga 22 Februari 2026, film Ghost In The Cell dijadwalkan naik layar sebanyak empat kali.
FILM karya Joko Anwar, Ghost in the Cell mendapat sambutan yang meriah saat penayangan perdana (world premiere) di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved