Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBUKA lembaran awal 2026, unit musik Second Semester kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru. Setelah sukses memperkenalkan diri lewat single perdana This Song Should Be Untitled pada Oktober 2025 lalu, band yang digawangi Gusade (vokal), Ahmed (gitar), Subakk (bass), dan Rezta (drum) ini merilis single kedua dengan tajuk yang unik, yakni sebuah emotikon: :).
Meski secara visual hanya berupa simbol senyum, judul tersebut dibaca secara harfiah sebagai "Titik Dua Kurung Tutup".
Lewat lagu ini, Second Semester mencoba merambah teritori musik emo yang kental dengan aransemen depresif, durasi solo instrumen yang panjang, serta lirik yang menyentuh sisi melankolis pendengarnya.
Lagu :) lahir dari keresahan personal sang vokalis, Gusade Kresnayana. Terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat mengalami fase ghosting dalam sebuah hubungan, Gusade membedah bagaimana sebuah simbol sederhana di dalam pesan singkat dapat memiliki daya rusak emosional yang luar biasa kuat bagi penerimanya.
Secara naratif, lagu ini mengisahkan tentang perjuangan seorang pria yang memilih bertahan pada harapan semu. Ia terus berjuang dan bermimpi demi sosok yang dicintai, meski perlahan kenyataan mulai menampakkan pahitnya: bahwa harapan tersebut bukanlah sebuah janji.
“Lagu ini bercerita tentang seorang pria yang sempat diterbangkan oleh harapan, lalu menggenggamnya sebagai alasan untuk terus bertahan, berjuang, dan bermimpi. Ia memilih memaksa dirinya tetap berdiri demi bisa menemani wanita yang ia cintai, meski perlahan menyadari kenyataan tak pernah benar-benar berpihak. Harapan yang ia genggam ternyata bukan janji, melainkan kesemuan belaka—dan seluruh perjuangannya pun tak pernah ditujukan untuknya. Pada akhirnya, ia harus menelan kebenaran paling pahit: yang ditunggu bukanlah dirinya. Cerita ini lahir dari pengalaman pribadiku, yang aku balut dengan sedikit dramatisasi,” papar Gusade Kresnayana.
Proses produksi lagu ini dilakukan tak lama setelah perilisan single pertama mereka. Ahmed mengambil peran sebagai komposer, sementara lirik sepenuhnya ditulis oleh Gusade.
Untuk urusan teknis, Second Semester mempercayakan proses rekaman di Pizza Record dengan bantuan Bayu Pramasatya sebagai sound engineer.
Menariknya, band ini tetap mempertahankan semangat kemandirian dalam aspek visual. Gusade Kresnayana turun tangan langsung mengerjakan artwork single, sementara video promo diproduksi oleh Shotbygusade. Untuk materi dokumentasi foto, mereka berkolaborasi dengan Gung Krisna.
Sebagai paket lengkap, perilisan single ini juga disertai dengan peluncuran video klip resmi di YouTube.
Sejak 7 Januari 2026, :) sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital utama seperti Spotify, YouTube Music, Apple Music, hingga Deezer. (Z-1)
Selama lebih dari tiga dekade berkiprah, Papa Roach dikenal sebagai band yang mampu mempertahankan relevansinya di tengah perubahan tren musik global.
MEMBUKA lembaran tahun 2026, unit indie-pop 5678things resmi merilis ulang mini album (EP) bertajuk Siuversa; Song Is Our Conversation.
Melalui Chocolate, Papion dan Dept mengeksplorasi analogi cinta yang lebih kompleks: sebuah rasa yang mendewasakan karena mengandung unsur manis sekaligus pahit.
Melalui lagu Senyum Papa, Lindee Cremona memotret sosok ayah dari kacamata seorang anak; sosok yang kerap terlihat kuat dan selalu melempar senyum.
Menurut Dewi Gita, membuat soundtrack sulit karena penulis lagu harus menyesuaikan dengan cerita film serta tujuan dari film tersebut.
Marcell Siahaan sengaja membawakan lagu ini tanpa upaya untuk membesarkannya secara berlebihan.
MEMBUKA lembaran tahun 2026, unit indie-pop 5678things resmi merilis ulang mini album (EP) bertajuk Siuversa; Song Is Our Conversation.
Melalui Chocolate, Papion dan Dept mengeksplorasi analogi cinta yang lebih kompleks: sebuah rasa yang mendewasakan karena mengandung unsur manis sekaligus pahit.
Melalui lagu Senyum Papa, Lindee Cremona memotret sosok ayah dari kacamata seorang anak; sosok yang kerap terlihat kuat dan selalu melempar senyum.
Marcell Siahaan sengaja membawakan lagu ini tanpa upaya untuk membesarkannya secara berlebihan.
Do What You Gotta, hasil kolaborasi dengan Sunset Rollercoaster, ditetapkan sebagai single utama dari EP terbaru PREP yang bertajuk One Day in the Sun.
Eclipse dari Shye hadir dengan nuansa indie-rock yang kental, membawa pendengar menelusuri ruang-ruang keintiman yang bersifat tarik-ulur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved