Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik LYLA menghadirkan lagu Ga Romantis dengan nuansa baru setelah lebih dari satu dekade sejak pertama kali dirilis.
Ga Romantis diciptakan oleh vokalis pertama LYLA, Indra Sinaga, dan muncul pertama kali dalam album kelima yang dirilis pada 2014.
Kini, pada 2025, Ga Romantis kembali dihidupkan dengan sisipan beberapa elemen yang membuat lagu makin matang.
"Nissan Fortz-lah ternyata yang jadi 'bagian yang hilang' dalam lagu ini, di versi sebelumnya memang kok rasanya ada yang kurang tetapi baru di versi inilah bisa dibilang lagu ini ketemu sempurnanya dan instrumen banjonya bikin lagu ini lebih fresh dari yang dahulu," kata Dharma LYLA dikutip dari keterangan resmi, Rabu (15/10).
Perbedaan pertama yakni kehadiran suara khas Ario, vokalis baru LYLA, Ario yang menggantikan posisi Naga yang hengkang dari LYLA pada 2020.
Faktor menarik lainnya pada lagu Ga Romantis versi baru yakni kehadiran musisi bertalenta asal Bandung bernama Nissan Fortz yang mengisi instrumen banjo dalam lagu.
Apabila didengarkan dengan saksama, tidak banyak yang berubah pada versi Ga Romantis terbaru dibandingkan dengan aransemen terdahulu.
Bukan tanpa alasan, LYLA memang tidak ingin terjadi perubahan yang signifikan sekaligus menjaga keunikan lagu Ga Romantis.
"Kami sempat mencoba beberapa aransemen baru untuk lagu ini, namun versi pertamanya itu kayak sudah paket lengkap, aransemennya kuat banget sebagai sebuah kesatuan, jadi ide untuk mengubah aransemen rasanya bakal gambling sih, akhirnya kami menyempurnakan dari sisi sound dan isian instrumen," ucap Fare, gitaris LYLA.
Lagu Ga Romantis dari LYLA sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital, dan kanal streaming digital.
Adapun lagu ini masuk dalam album terbaru LYLA yang bertajuk Jamuan Musim Semi. Album ke-6 dari LYLA tersebut berisi 12 lagu yang siap memanjakan telinga pendengar.
Grup musik ini pun tidak menyangka lagu tersebut ternyata masih mendapatkan momentum di era sekarang, hingga mengantarkan band ini menjadi salah satu idola pensi saat ini.
"Mungkin ini efek anak muda sebagai pengguna media sosial. Lagu Ga Romantis disukai lagi sama anak-anak SMA sampai kuliah. Jadinya LYLA makin sering diundang ke pensi mereka," tutup Fare. (Ant/Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved