Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menutup tahun sebelumnya dengan perilisan EP Never Ending, band rock asal Bekasi, Jendral Kantjil, kembali memperkenalkan karya terbaru mereka berjudul Rutinitas Menuju Punah.
Lagu ini menandai perjalanan baru band yang telah berdiri sejak 2002, sekaligus memperlihatkan konsistensi mereka dalam merawat semangat rock yang lahir dari akar kota industri tersebut.
Bagi Jendral Kantjil — yang beranggotakan Gerry (vokal), Phitoy (Guitar), dan Kenyon (drum) — karya ini bukan sekadar kelanjutan dari rilisan sebelumnya, tetapi refleksi atas perjalanan panjang mereka sebagai musisi independen yang terus bereksperimen tanpa kehilangan identitas.
Dalam proses produksinya, Rio Admodipuro turut terlibat membantu penggarapan musik. Gerry tetap menjadi penulis utama lirik, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Yosbonar, menghasilkan warna suara yang dinamis dan tegas.
Tidak hanya berfokus pada audio, mereka juga menggandeng Overscene untuk menggarap visual pendukung yang memperluas pengalaman pendengar ke ranah sinematik.
“Lagu ini kami biarkan hidup di tangan pendengar,” ujar Gerry. “Kami tidak ingin mengarahkan maknanya terlalu jauh. Setiap orang bisa punya tafsirnya sendiri terhadap apa yang kami mainkan dan tulis.”
Rutinitas Menuju Punah menjadi representasi dari fase baru Jendral Kantjil — lebih matang secara musikal, lebih berani dalam mengeksplorasi aransemen, dan lebih jujur dalam penyampaian pesan.
Lewat karya ini, mereka seakan menegaskan bahwa rock dari Bekasi masih punya tenaga besar dan relevansi yang kuat di tengah perubahan tren musik saat ini.
Untuk format rilis, audio single Rutinitas Menuju Punah akan hadir di seluruh platform musik digital pada 17 Oktober 2025, sementara Official Music Video akan dirilis secara eksklusif di kanal YouTube resmi Jendral Kantjil Band pada 20 Oktober 2025. (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved