Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI dan penulis lagu asal Kanada Elijah Woods merilis album perdananya, Can We Talk?. Album ini dirilis setelah Woods sukses mengumpulkan lebih dari 1 miliar stream dan usai kesuksesan tur dunianya yang sempat mengunjungi Indonesia pertengahan tahun ini.
Setelah sukses membangun fanbase yang setia dengan lebih dari 5 juta follower sebagai seorang musisi independen, Woods lewat album perdananya ini menunjukkan dua hal – bakatnya dalam membangun keintiman yang penuh emosi dan kelihaiannya meramu lagu-lagu pop yang magnetik.
Menampilkan 11 lagu, Can We Talk? memadukan perasaan serba jujur dengan hook-hook yang adiktif. Hal ini mengukuhkan status elijah sebagai seorang musisi yang tumbuh di zona di mana kejujuran dan energi pop bertemu.
"Can We Talk? adalah proyek musik paling personal yang pernah aku buat. Lagu-lagu ini adalah koleksi dari pemikiran-pemikiran tengah malam dan obrolan-obrolan sehari-hari. Hal-hal yang aku pernah ucapkan, yang aku harap untuk sampaikan, dan hal-hal yang mungkin akan tidak pernah berani ucapkan dengan lantang. Bagiku, album ini menggambarkan hal-hal indah dan berantakan tentang usaha kita merasa terhubung dengan orang-orang dan mudahnya untuk miskomunikasi terjadi," papar Woods
Dia menyebut album ini sebagai cerminan dari pendewasaannya sebagai musisi sekaligus manusia.
"Aku seperti mencari sebuah pendewasaan secara musik sekaligus menciptakan ruang untuk lagu-lagu di album ini untuk bernafas dan tetap menarik lewat sisi produksi yang besar, berani, dan hidup," ungkap Woods.
"Album ini rasanya seperti memperbolehkan orang-orang untuk duduk bersamaku selagi aku mencoba mencari tahu semuanya," lanjutnya.
Single-single yang Woods telah lepas sebelum perilisan album ini telah disambut hangat oleh beragam platform streaming dan radio-radio ternama di Asia Tenggara.
Mereka adalah Could You Love Me?, Ghost on the Radio, Slicked Back Hair, dan single terbarunya I Miss You, yang memberikan cuplikan dari nuansa yang album perdananya bawa.
Sisi musikalitas Woods yang serba fleksibel juga ditampilkan di single-single ini mulai dari lagu-lagu bernuansa ballad hingga upbeat, serta lagu-lagu bernuansa dance-pop.
Sebagian dari lagu-lagu ini telah menjadi lagu-lagu yang dinantikan para fans elijah untuk dibawakan dalam turnya.
Bersamaan dengan perilisan album ini, Woods turut merilis video musik untuk lagu pembuka album ini yang sekaligus menjadi focus single, yaitu So Good.
Sebuah lagu pop yang mengajak semua pendengarnya bernyanyi bersama, So Good membahas tentang perasaan yang hadir dari sebuah cinta baru yang membuat kita bahagia.
"So Good tentang perasaan yang hadir saat seseorang baru hadir di dalam hidup kita dan tiba-tiba semuanya merasa lebih ringan, mudah, dan lebih baik dari yang kita harapkan – keinginan untuk sesuatu yang kita tidak bisa lupakan," ujar Woods.
Setelah merilis lima EP dan sederet single yang viral selama lima tahun terakhir, Woods telah mengukuhkan langkahnya sebagai seorang musisi independen yang sukses. Perilisan Can We Talk? memberikan semua yang para fans-nya telah cintai dari dirinya. Yaitu lagu-lagu penuh perasaan yang vibey, serta datang dari lubuk hati terdalam, untuk hati kita yang terdalam.
Woods baru saja menyelesaikan tur Asia ke-2-nya bertajuk Give Me The Sunlight Tour yang mengunjungi 12 kota, termasuk Jakarta, tempat ia tampil di The Sounds Project 2025.
Konsernya di Taipei dan Hong Kong habis terjual semua tiketnya. Ia juga tampil di festival musik ikonik Jepang Summer Sonic Festival di Osaka dan Tokyo.
Selain itu, Woods juga turut tampil di Singapura, Manila dan Bangkok. Tur terbaru elijah mengukuhkan namanya sebagai salah satu musisi pop paling naik daun saat ini di Asia.
Tahun lalu, Woods menjadi musisi pembuka konser Niall Horan di Jakarta dan berbagi panggung dengan Lauv, Jeremy Zucker, dan JP Saxe di festival musik Seoul Jazz Festival.
Saat ini, Indonesia duduk di posisi #2 dalam daftar negara-negara yang paling sering memainkan musiknya secara digital. (Z-1)
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Namun, pengaruh musik era 80-an terasa sangat kental.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved