Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Aktris Titi Kamal kembali tampil dalam film Horor terbaru berjudul Getih Ireng, film garapan Tommy Dewa yang berkisah tentang sebuah keluarga muda yang menerima santet Getih Ireng. Santet itu membuat keluarga tersebut kesulitan mendapatkan anak.
Berperan sebagai Rina, Titi Kamal mengaku bahwa bukan hal mudah bermain dalam film Getih Ireng. Melalukan proses syuting selama 30 hari, aktris berusia 43 tahun itu mengaku sempat habis suara karena banyak melakukan adegan berteriak.
“Kami itu syuting kan 30 hari yaa, dan selama syuting dari awal adegannya sudah banyak teriak-teriak, jadi sempat abis juga suaranya,” kata Titi Kamal di Jakarta, Kamis (9/10).
Selain sempat habis suara, dalam film itu Titi juga harus belajar logat Wonosobo. Meskipun titi cukup familiar dengan penggunaan bahasa Jawa, tetapi untuk logat wonosobo menjadi gal baru baginya. Dia bahkan harus melakukan workshop agar bisa mengucap dialek Wonosobo dengan baik dan benar.
“Sangat ada kesulitan belajar bahasa Wonosobo karena aku taunya dialek jawa solo, dan wonosobo baru banget buat aku. Kalau dialek Wonosobo itu dia gak boleh terlalu nyendhal tapi gak boleh kurang juga. Jadi aku harus hati-hati banget,” terangnya.
Dalam film ini Titi Kamal beradu akting dengan Darius Sinathrya yang berperan sebagai Pram, suami dari Rina. Pun beradu akting dengan Sarah Wijayanto yang memerankan karakter Mawar. Film ini mengusung cerita yang diangkat dari thread di media sosial X (dulu Twitter) dari akun @JeroPoint.
Film Getih Ireng berkisah tentang Pram dan Rina, sepasangan suami istri yang baru menikah dan sangat mendambakan anak. Mereka pindah dari Solo ke Wonosobo, Jawa Tengah untuk memulai hidup baru. Namun, kedamaian mereka terusik oleh kehadiran sosok kakek misterius yang dilihat Rina saat syukuran rumah. Kakek itu juga hadir dalam mimpi Rina, melemparkan tanah, dan menyeringai seram.
Tidak lama kemudian, Rina hamil, sayangnya kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama karena Rina keguguran setelah bermimpi kakek itu lagi. Rina meyakini kegugurannya adalah karena kakek itu dan ini berkaitan dengan hal gaib. Tapi Pram yang rasional, tidak percaya dan menganggap ini hanya gangguan psikologis Rina.
Hingga suatu malam, Pram menyaksikan sendiri bukti keberadaan kakek itu dan menemukan kantong yang isinya tanah, kendi berisi darah hitam, tikus mati, dan kembang setaman di rumah mereka, adalah Santet Getih Ireng. Sebuah santet yang menyasar pada darah dan keturunan. Pram dan Rina pun berusaha mencari pelaku pengirim dan mencabut santet tersebut. Adapun film Getih Ireng dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Oktober 2025. (E-3)
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved