Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

10 Tahun Prilly Latuconsina Perankan Risa Saraswati, Danur: The Last Chapter jadi Epilog di Momen Lebaran

Fathurrozak
09/3/2026 13:13
10 Tahun Prilly Latuconsina Perankan Risa Saraswati, Danur: The Last Chapter jadi Epilog di Momen Lebaran
Para pemain dan kru Danur: The Last Chapter.(Dok. MD Pictures)

MD Pictures bersiap untuk kembali merebut penonton di momen libur lebaran lewat film horor terbaru Danur: The Last Chapter. Film yang dibintangi Prilly Latuconsina dan Zee Ashadel ini akan menjadi babak penutup perjalanan waralaba Danur yang diadaptasi dari kisah Risa Saraswati.

Bagi Prilly, proyek pemungkas ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan mengharukan. Memulai debutnya sebagai Risa pada usia 19 tahun, Prilly merasa tumbuh dan berkembang bersama karakter tersebut. 

“Senangnya adalah Danur itu selalu punya penontonnya dan selalu dicintai sama komunitasnya, dan akhirnya berkembang hingga saat ini. Danur buat aku bukan cuma sekadar film, tapi awal dari perjalanan juga, awal dari perjalanan karier, awal perjalanan dari film hororku juga. Jadi rasanya kami sudah di pengujung perjalanan tuh pasti mengharukan banget, dan semoga ini menjadi penutup yang manis buat perjalanan Danur,” kata Prilly di sela gala premiere Danur: The Last Chapter di XXI Agora, Jakarta Pusat, Minggu, (8/3).

Begitu kuatnya ikatan Prilly dengan waralaba ini, ia bahkan mendedikasikan 10 tahun kariernya di genre horor secara eksklusif hanya untuk Danur. Sepanjang satu dekade tersebut, ia secara konsisten menolak tawaran film horor lain demi menjaga komitmennya untuk menyelesaikan kisah perjalanan Risa secara tuntas.

Proses kreatif Danur: The Last Chapter juga cukup menantang. Jarak tujuh tahun dari rilisnya Danur 3 (2019) ke seri keempat ini bukanlah cuma sebab pandemi, melainkan disebut produser dan CEO MD Entertainment Manoj Punjabi karena kehati-hatian ekstra dalam meracik cerita. 

“Danur 4 ini tadinya mau untuk tahun 2020 tapi dari segi cerita, cerita Risa kan banyak, cuma mau ambil angle mana untuk Danur divisualkan tuh enggak tepat. Jadi ide ini sudah ada, kami bolak-balik opsinya mau ambil arahan ke mana, dari sisi Risa yang mana yang mau kami ceritakan. Jadi di The Last Chapter ini kami benar-benar ceritanya sampai semua puas banget,” tambah Manoj Punjabi.

Sutradara Awi Suryadi mengungkap skala produksi film penutup ini. Membawa beban berat untuk menyajikan sesuatu yang segar bagi penggemarnya yang telah lama menunggu, Awi tidak ingin film ini hanya menjadi pengulangan dari seri-seri sebelumnya. 

Disebut Awi, skala produksinya jauh melampaui film-film awal. Sebagai perbandingan, jika Danur 1 hanya memakan waktu syuting 11 hari dan Danur 2 selama 12 hari, Danur: The Last Chapter bahkan membutuhkan waktu 12 hari murni hanya untuk additional shoot (syuting tambahan). Hal ini membuat ritme kerjanya terasa seperti memproduksi dua film sekaligus. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya