Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
MD Pictures bersiap untuk kembali merebut penonton di momen libur lebaran lewat film horor terbaru Danur: The Last Chapter. Film yang dibintangi Prilly Latuconsina dan Zee Ashadel ini akan menjadi babak penutup perjalanan waralaba Danur yang diadaptasi dari kisah Risa Saraswati.
Bagi Prilly, proyek pemungkas ini memberikan kesan yang sangat mendalam dan mengharukan. Memulai debutnya sebagai Risa pada usia 19 tahun, Prilly merasa tumbuh dan berkembang bersama karakter tersebut.
“Senangnya adalah Danur itu selalu punya penontonnya dan selalu dicintai sama komunitasnya, dan akhirnya berkembang hingga saat ini. Danur buat aku bukan cuma sekadar film, tapi awal dari perjalanan juga, awal dari perjalanan karier, awal perjalanan dari film hororku juga. Jadi rasanya kami sudah di pengujung perjalanan tuh pasti mengharukan banget, dan semoga ini menjadi penutup yang manis buat perjalanan Danur,” kata Prilly di sela gala premiere Danur: The Last Chapter di XXI Agora, Jakarta Pusat, Minggu, (8/3).
Begitu kuatnya ikatan Prilly dengan waralaba ini, ia bahkan mendedikasikan 10 tahun kariernya di genre horor secara eksklusif hanya untuk Danur. Sepanjang satu dekade tersebut, ia secara konsisten menolak tawaran film horor lain demi menjaga komitmennya untuk menyelesaikan kisah perjalanan Risa secara tuntas.
Proses kreatif Danur: The Last Chapter juga cukup menantang. Jarak tujuh tahun dari rilisnya Danur 3 (2019) ke seri keempat ini bukanlah cuma sebab pandemi, melainkan disebut produser dan CEO MD Entertainment Manoj Punjabi karena kehati-hatian ekstra dalam meracik cerita.
“Danur 4 ini tadinya mau untuk tahun 2020 tapi dari segi cerita, cerita Risa kan banyak, cuma mau ambil angle mana untuk Danur divisualkan tuh enggak tepat. Jadi ide ini sudah ada, kami bolak-balik opsinya mau ambil arahan ke mana, dari sisi Risa yang mana yang mau kami ceritakan. Jadi di The Last Chapter ini kami benar-benar ceritanya sampai semua puas banget,” tambah Manoj Punjabi.
Sutradara Awi Suryadi mengungkap skala produksi film penutup ini. Membawa beban berat untuk menyajikan sesuatu yang segar bagi penggemarnya yang telah lama menunggu, Awi tidak ingin film ini hanya menjadi pengulangan dari seri-seri sebelumnya.
Disebut Awi, skala produksinya jauh melampaui film-film awal. Sebagai perbandingan, jika Danur 1 hanya memakan waktu syuting 11 hari dan Danur 2 selama 12 hari, Danur: The Last Chapter bahkan membutuhkan waktu 12 hari murni hanya untuk additional shoot (syuting tambahan). Hal ini membuat ritme kerjanya terasa seperti memproduksi dua film sekaligus. (H-3)
Film horor biasanya menampilkan unsur-unsur seperti makhluk menyeramkan, kejadian supranatural, pembunuhan atau teror psikologis, serta suasana gelap dan mencekam.
Jerome Kurnia dipastikan kembali memerankan karakter Romo Thomas dalam sekuel terbarunya yang bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
BABAK akhir waralaba Danur Universe berujung pada film Danur: The Last Chapter, yang saat ini tayang di bioskop.
Film horor biasanya menampilkan tema seperti hantu, setan, pembunuh berantai, kutukan, atau fenomena supranatural. Tujuannya adalah membuat penonton merasakan ketegangan
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Jerome Kurnia dipastikan kembali memerankan karakter Romo Thomas dalam sekuel terbarunya yang bertajuk Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
BABAK akhir waralaba Danur Universe berujung pada film Danur: The Last Chapter, yang saat ini tayang di bioskop.
Disutradarai oleh Hestu Saputra yang terkenal lewat deretan film seperti Hujan di Bulan Juni hingga Air Mata Surga, film Aku Ingin Mati menawarkan kengerian yang bukan sekadar teror kasat mata.
Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.
FILM horor terbaru Penunggu Rumah: Buto Ijo dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 15 Januari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved