Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Proses Menciptakan Buto Ijo Bikin Kesulitan Tim Produksi Film Penunggu Rumah: Buto Ijo

Fathurrozak
13/1/2026 10:47
Proses Menciptakan Buto Ijo Bikin Kesulitan Tim Produksi Film Penunggu Rumah: Buto Ijo
Ilustrasi(Dok. Film Penunggu Rumah: Buto Ijo)

FILM Penunggu Rumah: Buto Ijo akan tayang di bioskop mulai 15 Januari. Film ini mengadaptasi secara bebas cerita legenda rakyat tentang Timun Mas. Untuk menghadirkan Buto Ijo versi live action yang benar-benar hidup, tim produksi film ini menggandeng tim prostetik berpengalaman di film-film horor Indonesia. 

Kostum Buto Ijo dibuat seluruh badan (full body) dan dilapisi prostetik di hampir seluruh tubuh sang aktor.  Kostum tersebut sangat berat, lengket, dan minim sirkulasi udara. 

Aktor pemeran Buto Ijo, Pratito Wibowo, bahkan kerap mengalami kesulitan bernapas saat mengenakannya. Dalam satu sesi pengambilan gambar, biasanya kostum hanya bisa dipakai selama 1–2 take. 

Setelah itu, kostum harus dilepas agar aktor bisa mengambil napas dan didinginkan kembali. Padahal proses syuting dilakukan di studio ber-AC. Namun, tubuh si aktor pemeran Buto Ijo tetap basah kuyup karena panas yang terperangkap di dalam kostum.

“Kami benar-benar harus ekstra hati-hati. Keselamatan aktor jadi prioritas. Kalau dipaksakan, apalagi di lokasi outdoor atau ruangan tanpa AC, risikonya terlalu besar,” ungkap aktor, produser, dan penulis film Penunggu Rumah: Buto Ijo Gandhi Fernando dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa, (13/1).

Tantangan lain datang dari sisi desain. Buto Ijo dikenal luas sebagai sosok folklor yang sering divisualisasikan secara kartunis. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menghadirkan sosok ini ke layar lebar tanpa jatuh ke kesan lucu atau ‘ngebadut’, namun juga tidak terlalu monster hingga kehilangan identitas dongengnya.

“Kami cari titik tengah. Harus tetap seram, tapi penonton masih merasa, ini Buto Ijo yang mereka kenal,” jelas Gandhi.

Seluruh tampilan Buto Ijo dalam film ini didominasi oleh practical effect, bukan CGI. Efek digital hanya digunakan pada bagian mata, yang menjadi salah satu aspek tersulit. Warna merah pada mata harus terlihat hidup dan mengintimidasi, tanpa berlebihan hingga terasa seperti karakter tokusatsu ala Jepang. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya