Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GRUP musik balada puitis, Orkes Bada Isya, resmi merilis single terbaru mereka berjudul Angin Malam pada 26 September 2025 melalui seluruh platform digital streaming.
Lagu ini lahir sebagai perenungan tentang cinta—indah sekaligus rapuh, hangat namun sementara.
Terinspirasi dari puisi Goenawan Mohamad Kwatrin tentang sebuah Poci, Angin Malam menggambarkan cinta bukan sebagai sesuatu yang fana atau abadi, melainkan sebuah perjalanan emosional penuh duka dan harapan, penderitaan dan kebahagiaan, yang menyatu sebagai satu kesatuan.
“Kami ingin menghadirkan cinta dalam wajah aslinya: bukan ilusi tentang abadi atau fana, tapi sesuatu yang nyata, rapuh, dan tetap indah,” ungkap Robby penulis lagu Angin Malam sekaligus pemain bass di dalam grup Orkes Bada Isya.
Dengan aransemen khas yang intim dan dewasa, Orkes Bada Isya menghadirkan perpaduan musik reflektif dengan lirik penuh makna, menjadikan Angin Malam sebagai jembatan menuju album kedua mereka. Album ini nantinya akan memperluas eksplorasi musikal dengan memadukan elemen tradisi dan modern, timur dan barat, untuk menciptakan pengalaman musik yang segar. (Z-1)
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved