Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Daffa Wardhana mengatakan kehadiran kreator konten Mamang Osa memberikan nuansa komedi di film Air Mata di Ujung Sajadah 2.
"Kalau dari hasil pembahasan skenario dalam tahapan praproduksi sih sudah kelihatan banget, ini pasti ada improvisasi-improvisasi yang sangat anak lucu dari karakter yang diperankan," kata Daffa, dikutip Jumat (26/9).
Meskipun menyadari potensi daya tarik Mamang Osa dalam menghadirkan unsur komedi dalam film tersebut, Daffa menyebut dirinya tidak banyak memiliki adegan bersama dengan sang kreator konten ternama di TikTok itu.
Hal itu karena ada perbedaan lokasi antara karakter yang diperankan oleh Daffa dengan karakter Mamang Osa di dalam cerita.
Mamang Osa diketahui berperan sebagai teman kantor dari tokoh utama Aqilla (Titi Kamal) di Jakarta, yang juga bernama Mamang Osa dalam cerita.
Karakter itu mempunyai peran penting sebagai pendorong utama bagi Aqilla untuk berjuang demi anaknya yang tinggal di Solo (Baskara).
"Sayangnya aku itu enggak banyak berinteraksi, enggak banyak satu adegan sama mereka. Karena kan memang secara set, mereka itu di Jakarta dan aku di Solo," ujar Daffa.
Atlet Brazilian Jiu-Jitsu yang berperan sebagai Fathan dalam film tersebut, mengatakan saat syuting, ia lebih banyak berinteraksi dengan Citra Kirana yang berperan sebagai Yumna, Jenny Rachman yang berperan sebagai Eyang Murni, Faqih Alaydrus yang berperan sebagai Baskara, dan Titi Kamal.
Daffa mengatakan Fathan sendiri akan dihadapkan dengan konflik keluarga tersebut, bahkan didorong untuk merefleksikan perjuangan sang ibu sambung, Yumna (Citra Kirana), dalam mempertahankan anaknya.
Putra dari aktris Marini Zumarnis itu berharap perpaduan antara drama yang mendalam dan sentuhan humor dari Mamang Osa dapat membuat film Air Mata di Ujung Sajadah 2 kembali diterima penonton, sebagaimana film pendahulunya.
Setelah mendapatkan banyak penggemar di media sosial, Mamang Osa mulai merambah dunia akting. Ia tercatat membintangi film yang berjudul Dilema (2022) serta Twisted: The Sinners (2023), menurut laman IMDb.
Mamang Osa dikenal dengan lakon khasnya saat berucap Laki. (Ant/Z-1)
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Kehadiran hantu-hantu senior tersebut di film Sebelum Dijemput Nenek berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.
Lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia menonton konten Indonesia pada 2025, dan 35 tayangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix.
The Bluff membawa penonton ke Kepulauan Cayman, sebuah wilayah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya. Di sinilah kisah Ercell "Bloody Mary" Bodden dimulai.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved