Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR muda Daffa Wardhana mengungkapkan bahwa keterlibatannya di film drama keluarga, Air Mata di Ujung Sajadah 2, merupakan realisasi doa yang tulus dari sang ibunda, aktris senior Marini Zumarnis.
Dukungan Marini disebut menjadi pendorong utama Daffa dalam meniti karier di genre film yang menguras emosi tersebut.
"Mama aku sangat amat support aku untuk bisa terlibat dalam film ini. Bahkan dia pun nonton Air Mata di Ujung Sajadah yang pertama," ujar Daffa, Kamis (25/9).
Daffa menceritakan bahwa doa dari ibunya bukan hanya bersifat umum, melainkan doa yang sangat spesifik agar dia bisa terlibat dalam sekuel film tersebut.
"Doanya agar aku itu bisa terlibat dalam film Air Mata di Ujung Sajadah 2 karena film itu cukup kental dengan keluarga, esensi keluarga gitu," kata Daffa.
Dukungan sang bunda menjadi pilar utama Dafa bagi dirinya dalam menapaki karier di industri hiburan
Di samping itu, Dafa juga memegang teguh prinsip hidup dari ibunya, yaitu selalu 'mencoba untuk berperilaku dengan baik'.
Menurut pemeran yang juga dikenal sebagai atlet Brazilian Jiu-Jitsu itu, prinsip tersebut dapat menjadi benteng diri di tengah tuntutan dunia hiburan.
Film Air Mata di Ujung Sajadah pertama yang dibintangi Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, dan Fedi Nuril meraih 3,1 juta penonton pada 2023 dan sukses melejitkan lagu temanya berjudul Dawai yang dinyanyikan oleh Fadhilah Intan.
Melanjutkan kesuksesan film pertama, rumah produksi Beehave Pictures akan kembali menggandeng sutradara Key Mangunsong untuk mengarahkan produksinya.
Air Mata di Ujung Sajadah 2 dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 Oktober 2025. (Ant/Z-1)
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Aktor pemenang Piala Emmy, Timothy Busfield, 68, telah menjalani persidangan perdana setelah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Albuquerque, New Mexico.
Nopek Novian mengaku melakukan riset mendalam dengan mengamati berbagai referensi aktor yang pernah memerankan tokoh serupa, salah satunya adalah budayawan senior Sujiwo Tejo.
Menurut Oki Rengga, keberanian untuk mencoba genre yang berbeda merupakan upayanya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas akting di industri film tanah air.
Keberhasilan Oki Rengga dalam membawakan dialek Jawa tanpa jejak dialek Sumatra di film Sebelum Dijemput Nenek mengundang rasa penasaran mengenai proses pendalaman karakternya.
Melampaui sekadar akting di depan kamera, para aktor seperti Sri Isworowati, Dodit Mulyanto, hingga Oki Rengga harus menghadapi tantangan fisik dan emosional yang cukup berat.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Kehadiran hantu-hantu senior tersebut di film Sebelum Dijemput Nenek berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved