Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BAIM Wong menegaskan film horor terbarunya, Sukma, bukanlah proyek instan. Film yang dijadwalkan rilis 11 September 2025 itu melewati proses panjang, mulai dari penulisan skenario hingga pascaproduksi.
“Skenarionya ditulis lebih dari setahun. Saya mengedit film ini tiga bulan, CGI enam bulan, musik dua bulan, dan mixing dua bulan. Semua detail kami poles serius agar hasilnya maksimal,” ujar Baim dalam konferensi pers, Senin (8/9).
Sukma berkisah tentang Arini (Luna Maya) yang pindah ke kota kecil bersama keluarganya. Di rumah barunya, ia menemukan cermin misterius yang memicu teror gaib, sekaligus menghadirkan sosok Ibu Sri (Christine Hakim) dengan rahasia besar.
Simbol cermin menjadi metafora tentang garis tipis antara keabadian dan ketidaksempurnaan. Selain Luna Maya dan Christine Hakim, film ini juga dibintangi Fedi Nuril, Oka Antara, Kimberly Ryder, dan Asri Welas.
“Begitu baca naskahnya, saya langsung tertarik. Karakternya menantang, dramanya kuat, bukan sekadar penampakan atau jump scare. Ada nilai filosofis yang dalam,” kata Fedi.
Luna Maya mengaku tertarik karena film ini mengangkat isu yang jarang disentuh film horor: kecantikan dan penerimaan diri.
“Meski genre-nya horor, Sukma berbeda. Film ini mengingatkan kita untuk embrace aging gracefully, karena tidak ada yang abadi,” ujarnya.
Para pemain sepakat Sukma berbeda dari horor kebanyakan karena menggabungkan ketegangan, drama, dan filosofi.
“Saya ingin Sukma bukan hanya menakuti lewat jump scare, tapi memberi pengalaman sinema utuh—dengan cerita, visual, dan musik yang kuat,” tutup Baim. (Z-10)
Film ini biasanya menampilkan unsur menyeramkan seperti makhluk gaib, misteri, suasana gelap, atau kejadian menegangkan.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Pengalaman bertaruh nyawa tersebut terjadi saat Luna Maya melakoni adegan di sebuah sungai yang memiliki arus cukup deras di kawasan Pangandaran, Jawa Barat.
Cara menunjukkan kasih sayang ialah lewat pemberian hadiah. Hal itulah yang dilakukan oleh aktor Maxime Bouttier kepada istrinya, Luna Maya.
Luna Maya kembali berperan di film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bersama Reza Rahadian. Tahun 2026, ini menjadi satu-satunya film Luna yang dijadwalkan tayang pada lebaran.
Luna Maya kembali dipercaya menghidupkan tokoh ikonik Suzana dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Namun, peran kali ini bukan sekadar kelanjutan waralaba
SEJUMLAH selebritas seperti Vidi Aldiano, Denny Sumargo (Densu), hingga Luna Maya bersaing dalam Tiktok Awards 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved