Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Luna Maya Menanggung Beban Legacy Suzzanna, Hadirkan Sosok Manusia yang Terluka

N Apuan Iskandar
26/1/2026 20:22
Luna Maya Menanggung Beban Legacy Suzzanna, Hadirkan Sosok Manusia yang Terluka
Luna Maya kembali dipercaya menghidupkan tokoh ikonik Suzana dalam film Suzana: Santet Dosa di Atas Dosa.(MI/Apuan Iskandar)

LUNA Maya kembali dipercaya menghidupkan tokoh ikonik Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Namun, peran kali ini bukan sekadar kelanjutan waralaba. Luna harus berhadapan langsung dengan bayang-bayang besar Suzzanna, legenda horor yang telah melekat kuat di memori kolektif publik Indonesia.

Dalam sesi tanya jawab bersama media, Luna mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah menjaga keseimbangan antara menghormati sosok Suzzanna tanpa terjebak pada upaya meniru secara mentah. Ia menegaskan, pendekatan yang diambil adalah meneruskan legacy, bukan menggantikan.

“Kesulitannya susah banget, karena ini soal memenuhi ekspektasi penonton. Bunda Suzzanna itu sudah sangat melekat di hati masyarakat Indonesia, fans-nya luar biasa,” ujar Luna saat Press Conference Official Trailer Launching film Suzana: Santet Dosa di Atas Dosa, Senin (26/1).

Berbeda dari film-film Suzana sebelumnya, karakter Suzzanna dalam Dosa di Atas Dosa ditampilkan sepenuhnya sebagai manusia dari awal hingga akhir cerita. Tidak ada transformasi menjadi sosok hantu. Justru pendekatan inilah yang memberi ruang lebih luas bagi Luna untuk menggali lapisan emosional karakter.

“Di sini Suzana benar-benar manusia penuh dari awal sampai akhir. Itu yang membedakan dan justru membuat saya lebih senang karena bisa lebih mendalami karakternya,” jelas Luna.

Proses pendalaman karakter dilakukan secara detail, mulai dari intonasi, cara berbicara, hingga ciri khas dialog yang selama ini identik dengan Suzzanna. Meski demikian, Luna menyadari bahwa interpretasinya tak mungkin sepenuhnya sama.

“Tidak mungkin 100% sama, karena kami orang yang berbeda. Tapi saya ingin menghidupkan kembali spirit dan karisma beliau,” tuturnya.

Film ini juga menjadi proyek yang sangat personal bagi Luna. Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa merupakan satu-satunya film yang ia bintangi sepanjang 2026, membuatnya mencurahkan perhatian dan energi secara maksimal, termasuk menjaga disiplin tinggi selama proses syuting.

Melalui pendekatan yang lebih manusiawi dan emosional, Luna berharap penonton tidak lagi semata melihat Suzana sebagai ikon horor, melainkan sebagai perempuan dengan luka batin, pengalaman penindasan, dan pergulatan moral yang kompleks.

“Semoga penonton tetap bisa melihat bahwa Suzzanna hidup, berlanjut, dan relevan,” tutup Luna. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya