Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR baik bagi para penggemar Pee Wee Gaskins, terutama bagi anak-anak 90-an yang tumbuh besar dengan band pop punk ini, sebab band yang melakukan debut pada 2007 itu kembali merilis lanjutan dari mini album (EP) mereka terdahulu, Salute to 90's.
Berdasarkan siaran pers, Rabu (3/9), grup yang digawangi Alditsa 'Dochi' Sadega, Muhammad Fauzan 'Sansan' Santoso, Harry 'Ayi' Pramahardhika, Reza 'Omo' Satiri, dan Renaldy 'Aldy' Prasetya ini memulai babak baru karier musik mereka setelah bergabung dengan label WeCord Evermore.
Kini, dengan judul Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali mereka menyanyikan ulang lima lagu yang populer pada masanya, yakni Piknik 72 (Naif), Terbang (Gigi), Aku Ingin (/Rif), Bermimpi (Base jam), dan Konservatif (The Adams).
"Sebenarnya, ini lanjutan EP kami di 2018, Salute to 90's namun, kali ini, kami tidak membatasi rentang tahun tertentu saja dan dibuat lebih luas lagi. Jadi, secara konsep ini merupakan tribute untuk band-band yang kami idolakan dan dengarkan di masa dulu," kata Ayi.
Pembuatan Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 1,5 bulan. Tapi, perjalanan mereka hingga album ini rampung ternyata memiliki cerita tersendiri.
"Meski pengerjaannya tergolong cepat, namun pada prosesnya, kami cukup menghadapi tantangan, terutama dalam hal pemilihan lagu. Ada beberapa lagu yang seharusnya jadi pilihan kami, namun sayang sekali, tidak mendapat izin dari penciptanya, jadi kami harus mencari lagu lain," ujar Omo.
Menurut Aldy, pembuatan album yang tergolong singkat ini karena WeCord dan Pee Wee Gaskins sebelumnya sudah pernah bekerja sama dan tim label, sehingga sangat membantu dalam pemilihan lagu, perizinan dengan penciptanya, hingga masuk rekaman.
Karena itu, meski ini album pertama di bawah label WeCord Evermore, mereka tidak menemukan kesulitan yang berarti.
"Album ini memang meneruskan dari proyek EP Salute to the 90's, kami sendiri sudah punya rencana untuk memperpanjang proyek ini ke depannya dan mencoba mewujudkannya di sini. Selain itu, rasanya agak tanggung kalau hanya mengeluarkan single. Karena banyak yang ingin kami eksplorasi, jadilah dimasukkan lima lagu sekaligus," imbuh Aldy.
Mengusung kata salute di judulnya, Sansan menyebutkan bahwa, meski dibentuk sesuai dengan nafas Pee Wee Gaskins, namun aransemen lagu-lagu ini tetap menghormati dan tidak menghilangkan esensi lagu originalnya.
"Kami juga menyuntikkan synthesizer ke lima lagu ini sebagai benang merah dan keunikan dari Pee Wee Gaskins. Lewat album ini, kami ingin mengenalkan lagu-lagu yang menemani kami berlima tumbuh besar secara personal kepada generasi sekarang. Semoga fans dari band yang
sudah kami kurasi ini tetap bisa menikmati karya-karya ikonik dengan aransemen khas kami," ujar Sansan.
Seperti halnya album terdahulu, bagi Dochi, EP ini adalah penghormatan dan apresiasi terhadap band-band tersebut.
"Band-band ini sudah menyalakan semangat bermusikku saat pertama kali mendengarkan mereka dulu. Membawakan ulang karya mereka, kembali membuatku bersemangat. Bangga sekali rasanya bisa menyanyikan lagu-lagu dari “pahlawan” yang aku kagumi," kata Dochi.
Adapun EP terbaru Pee Wee Gaskins, Salute from Pee Wee Gaskins: Putar Waktu Kembali dapat didengarkan per-track mulai 29 Agustus di berbagai platform musik digital. (Ant/Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Namun, pengaruh musik era 80-an terasa sangat kental.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved