Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DUO asal Jakarta, Duara, sejak awal memang tidak pernah mau masuk ke kotak mana pun. Sejak 2017, vokalis Renita Martadinata dan gitaris Robert Mulyarahardja menulis lagu yang terdengar bukan seperti single radio, melainkan serpihan ingatan yang ditangkap dalam bentuk suara. Mereka menyebutnya pop agnostic — cara halus untuk bilang bahwa mereka menolak terikat aturan genre.
EP terbaru Duara, In The Moment, yang rilis 29 Agustus 2025 lewat MABES Music, terasa seperti pernyataan paling jernih sejauh ini.
Ditulis di tengah jeda aneh antara 2020 dan 2021, rekaman ini berputar di sekitar tema kerinduan, perubahan, dan keheningan yang mengasingkan dikala dunia di luar terasa tidak menentu.
Pada dasarnya, In The Moment bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita.
Memento Mori, single utama yang keluar 22 Agustus, membuka pintu dengan tempo lambat yang dibangun dengan repetisi. Petikan akustik yang tipis, menjelma menjadi sesuatu yang menghantui, seperti sebuah ruangan yang masih mengingat orang-orang yang pernah ada di dalamnya.
Trek pembuka, Between The Lines, justru kemudian membalikkan energi sepenuhnya. Nuansa gitar rock menjadi alas lagu, sementara liriknya berputar antara nostalgia dan langkah maju, terjebak dalam tarik ulur perubahan.
Tarikan dan dorongan itu menjalar ke seluruh EP. Trek yang berjudul In The Moment sendiri mengalir seperti meditasi keheningan hingga terasa cukup luas untuk menampung satu lamunan penuh.
Penutupnya, Futatabi — yang berarti “lagi” dalam bahasa Jepang — mendarat di titik pembaruan. Lagu ini berputar dalam siklus jatuh, mencoba, dan terhubung kembali, sampai repetisi itu sendiri berubah jadi bentuk penyembuhan.
Lagu-lagu Duara selalu punya nuansa sinematik, tapi kali ini keintimannya terasa lebih tajam. Mendengarkan In The Moment seperti membuka buku harian lama yang sudah lama terlupa, hanya untuk sadar kalau kata-katanya masih menggambarkan diri kita sekarang. Ini adalah indie pop yang menolak tergesa-gesa, soundtrack bagi siapa pun yang terjebak di antara nostalgia dan hari esok.
Seperti yang mereka bilang sendiri: “Apa yang kamu dengar adalah ingatan dari masa lalu sekaligus jawaban untuk masa kini, dibentuk ulang oleh segala sesuatu yang terjadi di antaranya.” (Z-1)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Dalam album yang dijadwalkan rilis pada 15 Mei 2026 tersebut, Honne akan menghadirkan 12 lagu pilihan yang diambil dari materi dua album pertama mereka.
Selain aspek suara, latar belakang Jerome Kurnia sebagai aktor profesional memberikan nilai tambah bagi Ricecooker, terutama dalam menyampaikan pesan lagu melalui visual.
Secara musikalitas, Ricecooker tidak membatasi diri pada satu genre tertentu. Namun, pengaruh musik era 80-an terasa sangat kental.
Album Britpop, yang dirilis pekan lalu, menjadi album ke-16 dalam karier solo Robbie Williams yang berhasil memuncaki tangga lagu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved