Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Duara Rilis EP In The Moment

Basuki Eka Purnama
29/8/2025 10:51
Duara Rilis EP In The Moment
Duara(MI/HO)

DUO asal Jakarta, Duara, sejak awal memang tidak pernah mau masuk ke kotak mana pun. Sejak 2017, vokalis Renita Martadinata dan gitaris Robert Mulyarahardja menulis lagu yang terdengar bukan seperti single radio, melainkan serpihan ingatan yang ditangkap dalam bentuk suara. Mereka menyebutnya pop agnostic — cara halus untuk bilang bahwa mereka menolak terikat aturan genre.

EP terbaru Duara, In The Moment, yang rilis 29 Agustus 2025 lewat MABES Music, terasa seperti pernyataan paling jernih sejauh ini. 

Ditulis di tengah jeda aneh antara 2020 dan 2021, rekaman ini berputar di sekitar tema kerinduan, perubahan, dan keheningan yang mengasingkan dikala dunia di luar terasa tidak menentu.

Pada dasarnya, In The Moment bicara tentang persepsi waktu — bagaimana ia bisa meregang, berulang, dan menggantung di luar kendali kita. 

Memento Mori, single utama yang keluar 22 Agustus, membuka pintu dengan tempo lambat yang dibangun dengan repetisi. Petikan akustik yang tipis, menjelma menjadi sesuatu yang menghantui, seperti sebuah ruangan yang masih mengingat orang-orang yang pernah ada di dalamnya.

Trek pembuka, Between The Lines, justru kemudian membalikkan energi sepenuhnya. Nuansa gitar rock menjadi alas lagu, sementara liriknya berputar antara nostalgia dan langkah maju, terjebak dalam tarik ulur perubahan. 

Tarikan dan dorongan itu menjalar ke seluruh EP. Trek yang berjudul In The Moment sendiri mengalir seperti meditasi keheningan hingga terasa cukup luas untuk menampung satu lamunan penuh.

Penutupnya, Futatabi — yang berarti “lagi” dalam bahasa Jepang — mendarat di titik pembaruan. Lagu ini berputar dalam siklus jatuh, mencoba, dan terhubung kembali, sampai repetisi itu sendiri berubah jadi bentuk penyembuhan.

Lagu-lagu Duara selalu punya nuansa sinematik, tapi kali ini keintimannya terasa lebih tajam. Mendengarkan In The Moment seperti membuka buku harian lama yang sudah lama terlupa, hanya untuk sadar kalau kata-katanya masih menggambarkan diri kita sekarang. Ini adalah indie pop yang menolak tergesa-gesa, soundtrack bagi siapa pun yang terjebak di antara nostalgia dan hari esok.

Seperti yang mereka bilang sendiri: “Apa yang kamu dengar adalah ingatan dari masa lalu sekaligus jawaban untuk masa kini, dibentuk ulang oleh segala sesuatu yang terjadi di antaranya.” (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya