Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Blake Lively mencabut dua dari gugatan yang ia ajukan terhadap aktor dan sutradara Justin Baldoni, yang bekerja bersamanya dalam film It Ends With Us tahun 2024. Dilaporkan Variety, hakim Lewis Liman, yang menangani perkara ini, memutuskan gugatan Lively terkait tekanan emosional akan dibatalkan.
Kedua aktor tersebut terlibat dalam sengketa hukum sejak Lively menggugat Baldoni pada Desember 2024 setelah perilisan film yang diadaptasi dari novel laris karya Colleen Hoover tersebut. Lively menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual dan kampanye pencemaran nama baik di hadapan publik.
Tim hukum Baldoni dikabarkan meminta Lively untuk menyerahkan catatan medisnya, termasuk catatan terapi, sebagai bagian dari pembelaan terhadap klaim ia mengalami “tekanan emosional yang berat, rasa sakit, penghinaan, rasa malu, peremehan, frustrasi, dan penderitaan mental”, menurut Variety.
Pada Januari, dilaporkan Baldoni berencana menggugat rekan mainnya itu dan suaminya, aktor Ryan Reynolds, atas tuduhan pemerasan sipil, pencemaran nama baik, dan pelanggaran privasi.
Lively kini telah mencabut gugatan terkait intentional infliction of emotional distress (penyebab tekanan emosional yang disengaja) dan negligent infliction of emotional distress (penyebab tekanan emosional karena kelalaian). Meskipun mencabut gugatan tersebut, ia menolak untuk mencabutnya dengan prasangka seperti yang diminta oleh tim hukum Baldoni, menurut laporan Variety. Berdasarkan dokumen hukum dari pihak Baldoni, Lively hanya bersedia mencabut gugatannya tanpa prasangka.
“Ms. Lively ingin secara bersamaan: (a) menolak memberikan informasi dan dokumen yang diperlukan untuk membantah bahwa dia mengalami tekanan emosional dan/atau bahwa pihak Wayfarer yang menyebabkannya; dan (b) mempertahankan hak untuk mengajukan kembali gugatan IED (emotional distress) di waktu yang tidak diketahui di pengadilan ini atau pengadilan lain setelah masa penemuan bukti ditutup,” demikian laporan Variety dari dokumen yang diajukan pada Senin.
Liman mengatakan permintaan Baldoni untuk memaksa pengungkapan bukti ditolak “berdasarkan pernyataan pihak penggugat bahwa klaim yang relevan akan dicabut”.
Selain itu, hakim menulis bahwa “para pihak harus menyepakati apakah pencabutan gugatan dilakukan dengan atau tanpa prasangka, atau Lively harus mengajukan permintaan ulang melalui mosi resmi. Untuk menghindari kebingungan, jika gugatan tidak dicabut, pengadilan akan melarang Lively mengajukan bukti apa pun terkait tekanan emosional”.
Esra Hudson dan Mike Gottlieb, dua pengacara Lively, menyebut dokumen yang diajukan pihak Baldoni sebagai “aksi publisitas”.
Mereka menambahkan dalam pernyataan kepada majalah tersebut: “Strategi Baldoni-Wayfarer yang mengajukan gugatan balasan telah membuka peluang gugatan ganti rugi baru yang luas di bawah hukum California, sehingga beberapa gugatan awal Ms. Lively menjadi tidak lagi diperlukan. Ms. Lively tetap mengajukan gugatan tekanan emosional sebagai bagian dari berbagai tuduhan lain dalam gugatannya, seperti pelecehan seksual, pembalasan, dan klaim ganti rugi tambahan dalam jumlah besar untuk seluruh gugatannya.”
Pada Desember 2024, The New York Times menerbitkan artikel berjudul ‘We Can Bury Anyone’: Inside a Hollywood Smear Machine yang merinci bagaimana Baldoni diduga menggunakan jasa humas dan media untuk merusak reputasi Lively secara publik.
Baldoni, humas Melissa Nathan, dan delapan penggugat lainnya menuduh The New York Times telah “memilih fakta secara sepihak” dan mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai US$250 juta terhadap surat kabar tersebut. (The Guardian/Z-2)
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Pengacara Justin Baldoni menjelaskan alasan kliennya tidak melanjutkan gugatan balik senilai US$400 juta terhadap Blake Lively.
Taylor Swift menegaskan tidak pernah menyetujui untuk bersaksi dalam gugatan hukum yang melibatkan Blake Lively dan Justin Baldoni.
Hakim Lewis Liman, Senin (9/6), menolak gugatan balik Justin Baldoni terhadap Blake Lively yang mengklaim sang aktris melakukan pemerasan, pencemaran nama baik, dan tuduhan lainnya.
Blake Lively merasa lega setelah hakim menolak gugatan balik senilai US$400 juta dari Justin Baldoni, yang menuduhnya melakukan pemerasan dan pencemaran nama baik.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Empat bersaudara keluarga Cascio berupaya membatalkan kesepakatan damai tahun 2020 demi menuntut mendiang Michael Jackson atas dugaan pelecehan seksual.
Julio Iglesias dituduh melakukan kekerasan seksual dan perdagangan manusia oleh dua mantan karyawannya. Kasus ini kini dalam penyelidikan yudisial Spanyol.
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Ayah EM, AM, mahasiswi Unima atau Universitas Negeri Manado yang meninggal dunia akibat bunuh diri dan diduga menjadi korban pelecehan seksual, menempuh jalur hukum
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved