Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Dokumen Rahasia Ungkap Tuduhan Pelecehan Seksual Eks Bos Barclays dalam Pusaran Kasus Epstein

Thalatie K Yani
06/2/2026 06:35
Dokumen Rahasia Ungkap Tuduhan Pelecehan Seksual Eks Bos Barclays dalam Pusaran Kasus Epstein
Dokumen pengadilan yang baru dibuka mengungkap tuduhan serius terhadap Jes Staley, mantan CEO Barclays. Ia diduga melakukan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap korban Jeffrey Epstein.(Media Sosial X)

SERANGKAIAN dokumen rahasia yang baru saja dibuka ke publik mengungkap detail mengejutkan terkait keterlibatan Jes Staley, mantan CEO Barclays dan eks bankir JP Morgan, dalam jaringan predator seksual Jeffrey Epstein. Jaksa penuntut Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninjau tuduhan pemerkosaan dan kekerasan fisik yang diduga dilakukan Staley.

Dalam memo internal setebal 86 halaman tertanggal 19 Desember 2019, terungkap testimoni dari para korban dan saksi. Salah satu dokumen menyebutkan Staley diduga memaksa seorang perempuan untuk menyentuh alat kelaminnya saat sesi pijat sebelum akhirnya memerkosanya di kediaman Epstein di New York sekitar tahun 2011 atau 2012.

"Epstein menginstruksikan [disensor] untuk memberikan pijatan kepada Jes Staley di kediaman Epstein di New York. [Disensor] mencoba memberinya pijatan biasa, tetapi dia memaksa [disensor] untuk menyentuh alat kelaminnya dan kemudian memerkosa [disensor]," tulis memo tersebut.

Berdasarkan laporan itu, korban sempat mengeluh kepada Epstein. Namun sang predator hanya tertawa dan mengatakan keputusan untuk berhubungan seks ada di tangan korban dan Staley.

Tuduhan Kekerasan Fisik dan Sandi "Tinkerbell" 

Selain pemerkosaan, dokumen lain yang ditandai sebagai rahasia mengungkapkan dugaan kekerasan fisik. Seorang korban mengaku ditinggalkan dengan luka memar di lengannya akibat ikat pinggang Staley.

"Mr. Staley yang menjijikkan... Dia meninggalkan bekas berdarah di lengan saya karena ikat pinggangnya dan merasa berhak memanggil saya 'Tinkerbell'," bunyi dokumen tersebut.

Nama Staley juga dikaitkan dengan komunikasi aneh bersama Epstein yang menggunakan referensi karakter Disney seperti "Putri Salju" dan "Beauty and the Beast". Meski Staley sebelumnya membantah mengetahui maksud kode tersebut, dokumen terbaru menunjukkan adanya korespondensi intens yang melibatkan kostum karakter tersebut sesaat sebelum pertemuan mereka.

Tanggapan dan Status Hukum 

Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa jaksa memutuskan untuk menindaklanjuti tuduhan tersebut ke ranah pidana. Staley, yang telah dilarang berkecimpung di sektor keuangan Inggris sejak tahun lalu, secara konsisten membantah melakukan kesalahan. Dalam persidangan di Inggris pada 2025, ia mengakui pernah berhubungan seks dengan salah satu staf Epstein, namun ia mengklaim hubungan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka.

Selain Staley, nama pemodal Leon Black juga muncul dalam memo tersebut dengan tuduhan serupa. Namun, pengacara Leon Black membantah keras klaim tersebut.

"Sama sekali tidak ada kebenaran dalam tuduhan apa pun terhadap Mr. Black," tegas pengacaranya, merujuk pada hasil investigasi independen yang menyatakan kliennya tidak mengetahui aktivitas kriminal Epstein.

Jeffrey Epstein sendiri meninggal dunia di penjara pada Agustus 2019 saat menunggu persidangan kasus perdagangan seks anak. Meskipun Epstein telah tiada, dokumen-dokumen yang baru dibuka ini terus menyudutkan sejumlah tokoh besar di dunia finansial global yang pernah berada di lingkaran dekatnya. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya