Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Petinggi Sony Sebut Karier Blake Lively Berakhir Akibat Kontroversi

Thalatie K Yani
22/1/2026 07:26
Petinggi Sony Sebut Karier Blake Lively Berakhir Akibat Kontroversi
Blake Lively(Instagram)

DI balik kesuksesan finansial film It Ends With Us, tersimpan prahara yang mengancam karier sang bintang utama, Blake Lively. Dokumen hukum yang baru saja dibuka pada Rabu (21/1) mengungkap para eksekutif senior Sony Pictures Entertainment sempat meragukan masa depan Lively di industri perfilman saat kontroversi film tersebut memuncak tahun lalu.

Email internal tertanggal 21 Agustus 2024 menunjukkan Sanford Panitch, Presiden Motion Picture Group Sony Pictures, melontarkan kritik pedas terhadap istri Ryan Reynolds tersebut.

"Sangat ironis karena dia memiliki film hit besar menuju angka US$300 juta lebih. Dan mungkin tidak akan pernah bekerja lagi, atau tidak untuk sementara waktu," tulis Panitch. Ia bahkan menambahkan, "Tom menganggapnya mungkin dan secara aneh tidak bisa dipekerjakan (unhirable) saat ini."

Perdebatan di Tingkat Atas

Meskipun salah satu eksekutif berargumen kemarahan publik akan mereda, Panitch tetap pada pendiriannya. "Tidak. Tidak setuju. Dia sudah tamat. Setidaknya untuk sementara waktu. Sudah matang (it’s cooked)," balas Panitch dalam email tersebut.

Panitch juga mengkritik keputusan bisnis Lively, termasuk peluncuran merek perawatan rambut Blake Brown di tengah badai kontroversi, yang ia sebut sebagai tindakan "bodoh tingkat epik." Menurutnya, Lively menolak mendengarkan saran dan merasa lebih tahu segalanya.

Senada dengan Panitch, CEO Sony Pictures Motion Picture Group, Tom Rothman, menggambarkan situasi tersebut sebagai sebuah bencana. "Semuanya benar-benar bencana. Tidak peduli siapa yang benar atau salah. Kekacauan ini sekarang menjadi ceritanya dan akan mendefinisikan film tersebut. Tragis," tulis Rothman pada 9 Agustus 2024.

Kontradiksi Pernyataan Publik vs Internal

Menariknya, dokumen ini menunjukkan kontras yang tajam antara sikap internal studio dengan pernyataan publik mereka. Secara resmi, pada 15 Agustus 2024, Sony merilis pernyataan yang memuji "hasrat dan komitmen" Lively dalam mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga.

Namun di balik itu, Andrea Giannetti dari Sony bahkan mengakui dalam deposisinya bahwa ia pernah menyebut Lively sebagai "teroris sialan" selama ketegangan produksi film berlangsung. Meski demikian, ia tetap memuji keberhasilan film tersebut meraih pendapatan hingga 350 juta dolar.

Gugatan Bernilai Fantastis

Perselisihan hukum ini mencapai puncaknya saat Lively merinci kerugian yang ia klaim dideritanya. Berdasarkan dokumen pengadilan, Lively menuntut ganti rugi lebih dari US$56 juta untuk hilangnya pendapatan akting dan US$71 juta untuk kerugian keuntungan bisnisnya, termasuk merek Betty Buzz dan Blake Brown Beauty.

Di sisi lain, pengacara Justin Baldoni, Bryan Freedman, menyatakan bahwa bukti-bukti yang ada justru tidak mendukung klaim Lively. "Membaca pertukaran pesan yang baru dirilis membuat kebenaran menjadi sangat jelas. Kami tetap yakin pada proses hukum," ujar Freedman.

Sidang persidangan kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada 18 Mei mendatang, yang diprediksi akan mengungkap lebih banyak rahasia dapur Hollywood. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya