Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik kesuksesan finansial film It Ends With Us, tersimpan prahara yang mengancam karier sang bintang utama, Blake Lively. Dokumen hukum yang baru saja dibuka pada Rabu (21/1) mengungkap para eksekutif senior Sony Pictures Entertainment sempat meragukan masa depan Lively di industri perfilman saat kontroversi film tersebut memuncak tahun lalu.
Email internal tertanggal 21 Agustus 2024 menunjukkan Sanford Panitch, Presiden Motion Picture Group Sony Pictures, melontarkan kritik pedas terhadap istri Ryan Reynolds tersebut.
"Sangat ironis karena dia memiliki film hit besar menuju angka US$300 juta lebih. Dan mungkin tidak akan pernah bekerja lagi, atau tidak untuk sementara waktu," tulis Panitch. Ia bahkan menambahkan, "Tom menganggapnya mungkin dan secara aneh tidak bisa dipekerjakan (unhirable) saat ini."
Meskipun salah satu eksekutif berargumen kemarahan publik akan mereda, Panitch tetap pada pendiriannya. "Tidak. Tidak setuju. Dia sudah tamat. Setidaknya untuk sementara waktu. Sudah matang (it’s cooked)," balas Panitch dalam email tersebut.
Panitch juga mengkritik keputusan bisnis Lively, termasuk peluncuran merek perawatan rambut Blake Brown di tengah badai kontroversi, yang ia sebut sebagai tindakan "bodoh tingkat epik." Menurutnya, Lively menolak mendengarkan saran dan merasa lebih tahu segalanya.
Senada dengan Panitch, CEO Sony Pictures Motion Picture Group, Tom Rothman, menggambarkan situasi tersebut sebagai sebuah bencana. "Semuanya benar-benar bencana. Tidak peduli siapa yang benar atau salah. Kekacauan ini sekarang menjadi ceritanya dan akan mendefinisikan film tersebut. Tragis," tulis Rothman pada 9 Agustus 2024.
Menariknya, dokumen ini menunjukkan kontras yang tajam antara sikap internal studio dengan pernyataan publik mereka. Secara resmi, pada 15 Agustus 2024, Sony merilis pernyataan yang memuji "hasrat dan komitmen" Lively dalam mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga.
Namun di balik itu, Andrea Giannetti dari Sony bahkan mengakui dalam deposisinya bahwa ia pernah menyebut Lively sebagai "teroris sialan" selama ketegangan produksi film berlangsung. Meski demikian, ia tetap memuji keberhasilan film tersebut meraih pendapatan hingga 350 juta dolar.
Perselisihan hukum ini mencapai puncaknya saat Lively merinci kerugian yang ia klaim dideritanya. Berdasarkan dokumen pengadilan, Lively menuntut ganti rugi lebih dari US$56 juta untuk hilangnya pendapatan akting dan US$71 juta untuk kerugian keuntungan bisnisnya, termasuk merek Betty Buzz dan Blake Brown Beauty.
Di sisi lain, pengacara Justin Baldoni, Bryan Freedman, menyatakan bahwa bukti-bukti yang ada justru tidak mendukung klaim Lively. "Membaca pertukaran pesan yang baru dirilis membuat kebenaran menjadi sangat jelas. Kami tetap yakin pada proses hukum," ujar Freedman.
Sidang persidangan kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada 18 Mei mendatang, yang diprediksi akan mengungkap lebih banyak rahasia dapur Hollywood. (People/Z-2)
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Pengacara Justin Baldoni menjelaskan alasan kliennya tidak melanjutkan gugatan balik senilai US$400 juta terhadap Blake Lively.
Taylor Swift menegaskan tidak pernah menyetujui untuk bersaksi dalam gugatan hukum yang melibatkan Blake Lively dan Justin Baldoni.
Dokumen hukum terbaru mengungkap kemarahan Jenny Slate terhadap Justin Baldoni saat syuting It Ends With Us. Slate menyebut suasana syuting "menjijikkan".
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Blake Lively mencabut dua gugatan terhadap Justin Baldoni terkait tekanan emosional dalam sengketa film It Ends With Us.
Blake Lively menerima perintah perlindungan yang dimodifikasi dalam kasus hukumnya terhadap Justin Baldoni terkait proyek It Ends With Us.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved