Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Bocor! Pesan Ryan Reynolds Sebut Justin Baldoni 'Toxic' dalam Kasus Blake Lively

Thalatie K Yani
28/1/2026 06:39
Bocor! Pesan Ryan Reynolds Sebut Justin Baldoni 'Toxic' dalam Kasus Blake Lively
Ryan Reynolds bela Blake Lively dalam sengketa hukum It Ends With Us. Pesan singkat terungkap, sebut Justin Baldoni penipu predator.(IMDB)

DRAMA di balik layar film It Ends With Us memasuki babak baru yang semakin memanas. Pesan singkat pribadi aktor Ryan Reynolds yang membela istrinya, Blake Lively, kini terungkap ke publik sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung melawan aktor sekaligus sutradara Justin Baldoni.

Menanggapi bocornya pesan-pesan tersebut, perwakilan resmi Reynolds memberikan pernyataan tegas terkait keterlibatan sang aktor dalam konflik ini.

"Ya, Ryan terlibat, suami mana yang tidak akan mendukung istrinya dan ibu dari anak-anaknya?" ujar perwakilan Reynolds kepada Puck News. "Ia melihat istrinya berjuang setiap hari untuk melawan pelecehan seksual secara pribadi dan hormat, namun justru menghadapi pembalasan karena melakukannya."

Serangan Tajam dalam Pesan Pribadi

Dalam dokumen pengadilan yang tidak lagi disegel, terungkap pesan Reynolds kepada agennya di WME pada Juli 2024. Bintang Deadpool & Wolverine tersebut secara terang-terangan melontarkan julukan pedas kepada Baldoni, menyebutnya sebagai "penipu predator yang murni" dan "kekacauan beracun yang tak dapat dijelaskan."

Dalam pesan lain yang dikirim pada Agustus 2024, Reynolds mengekspresikan rasa frustrasinya karena narasi publik justru menyudutkan istrinya.

"Saya sangat frustrasi karena ini adalah momen di mana Blake seharusnya merayakan. Dia mewujudkan kemenangan luar biasa ini menjadi kenyataan," tulis Reynolds. Ia menambahkan Baldoni seharusnya meredam spekulasi buruk di publik dan tidak membiarkan Lively menjadi subjek narasi "perempuan pengatur yang menyebalkan."

Perang Pernyataan Antar Pengacara

Di sisi lain, tim hukum Justin Baldoni membantah semua tuduhan tersebut. Pengacara Bryan Freedman menyatakan bahwa bukti-bukti yang baru dirilis justru tidak mendukung klaim Lively secara hukum.

"Pembacaan sederhana atas pertukaran pesan yang baru dirilis membuat kebenaran menjadi sangat jelas. Kami tetap yakin pada proses hukum dan akan membersihkan nama semua pihak Justin Baldoni," tegas Freedman.

Sebaliknya, pengacara Lively, Sigrid McCawley, menekankan bukti yang terungkap menunjukkan banyak perempuan di lokasi syuting mengalami tindakan yang mereka yakini sebagai perilaku tidak pantas. "Tim Baldoni menganggapnya 'sepele', tetapi tidak ada yang sepele tentang pelecehan seksual," ujar McCawley.

Menuju Meja Hijau

Kasus ini bermula ketika Blake Lively, 38, menggugat Justin Baldoni, 42, pada Desember 2024 atas dugaan pelecehan seksual dan pembalasan (retaliation). Lively menuntut ganti rugi lebih dari US$160 juta (Sekitar Rp2,7 triliun).

Sementara itu, gugatan balik yang diajukan Baldoni terhadap pasangan Reynolds-Lively atas tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan telah ditolak oleh hakim. Persidangan utama dijadwalkan akan berlangsung pada Mei 2026 di New York. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya