Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di balik layar film It Ends With Us mencapai babak baru setelah pesan pribadi Justin Baldoni bocor ke publik. Dalam dokumen pengadilan yang baru dibuka, Baldoni mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap sang lawan main, Blake Lively, yang ia sebut tengah memasang "jebakan" untuk dirinya.
Pesan tersebut dikirimkan pada 30 Desember 2023 kepada mantan agennya, Danny Greenberg. Baldoni mengaku mengalami "minggu yang sangat, sangat buruk" saat berurusan dengan Lively. Pemicu utamanya adalah perselisihan mengenai teknis pengambilan gambar adegan intim.
Dalam pesan tersebut, Baldoni, 41, mengklaim Lively, 38, menolak menggunakan pemeran pengganti (body double) untuk adegan seks. Namun justru mendesak agar ada pemeran pengganti untuk posisi Baldoni.
"Itu hanya menjebakku," tulis Baldoni. Ia juga mengeluhkan keputusan Lively yang menolak storyboard buatannya dan memaksa agar kedua aktor tetap berpakaian lengkap dalam momen romantis kunci. "Jika Anda tahu bukunya, ini sangat konyol," tambah Baldoni, merujuk pada materi asli karya Colleen Hoover.
Baldoni menggambarkan situasi tersebut sebagai kekacauan besar. Ia mengaku telah memberikan "95% dari apa yang dia [Lively] inginkan demi perdamaian," namun merasa sangat terkuras bekerja dengan "seorang aktris yang menulis ulang penulis naskah dan sutradara."
Menanggapi bocornya pesan tersebut, sumber yang dekat dengan Blake Lively memberikan pembelaan. Menurutnya, pesan-pesan Baldoni tersebut justru menunjukkan niat balas dendam.
"Pesan-pesan ini dikirim hanya setelah Blake memaparkan secara rinci berbagai cara Baldoni dan Heath menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat," ujar sumber tersebut. Ia menambahkan bahwa pesan itu mencerminkan kemarahan pribadi Baldoni terhadap prosedur keselamatan yang sebenarnya telah ia setujui secara publik.
Ketegangan ini dilaporkan melibatkan nama-nama besar lainnya. Pada April 2023, suami Lively, Ryan Reynolds, dikabarkan sempat menangis saat menegur Baldoni karena diduga melakukan fat-shaming terhadap Lively. Insiden ini disebut-sebut disaksikan oleh Taylor Swift dan Hugh Jackman.
Konflik ini akhirnya berujung ke ranah hukum. Pada Desember 2024, Blake Lively menggugat Baldoni atas tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan dengan tuntutan ganti rugi sebesar US$160 juta. Baldoni membantah keras tuduhan tersebut dan sempat mengajukan gugatan balik sebesar US$400 juta, meski akhirnya ditolak oleh hakim pada Juni lalu.
Persidangan kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada 18 Mei mendatang, dengan agenda sidang berikutnya pada 22 Januari. (People/Z-2)
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Pengacara Justin Baldoni menjelaskan alasan kliennya tidak melanjutkan gugatan balik senilai US$400 juta terhadap Blake Lively.
Taylor Swift menegaskan tidak pernah menyetujui untuk bersaksi dalam gugatan hukum yang melibatkan Blake Lively dan Justin Baldoni.
Hakim Lewis Liman, Senin (9/6), menolak gugatan balik Justin Baldoni terhadap Blake Lively yang mengklaim sang aktris melakukan pemerasan, pencemaran nama baik, dan tuduhan lainnya.
Blake Lively merasa lega setelah hakim menolak gugatan balik senilai US$400 juta dari Justin Baldoni, yang menuduhnya melakukan pemerasan dan pencemaran nama baik.
Blake Lively menuntut Justin Baldoni dan tim produksi It Ends With Us, mengklaim rugi hingga US$161 juta akibat kampanye fitnah yang merusak reputasi dan bisnisnya.
Pengacara Justin Baldoni menjelaskan alasan kliennya tidak melanjutkan gugatan balik senilai US$400 juta terhadap Blake Lively.
Taylor Swift menegaskan tidak pernah menyetujui untuk bersaksi dalam gugatan hukum yang melibatkan Blake Lively dan Justin Baldoni.
Hakim Lewis Liman, Senin (9/6), menolak gugatan balik Justin Baldoni terhadap Blake Lively yang mengklaim sang aktris melakukan pemerasan, pencemaran nama baik, dan tuduhan lainnya.
Blake Lively merasa lega setelah hakim menolak gugatan balik senilai US$400 juta dari Justin Baldoni, yang menuduhnya melakukan pemerasan dan pencemaran nama baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved