Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Justin Baldoni Sebut Blake Lively 'Menjebak' Dirinya di Lokasi Syuting It Ends With Us

Thalatie K Yani
07/1/2026 11:05
Justin Baldoni Sebut Blake Lively 'Menjebak' Dirinya di Lokasi Syuting It Ends With Us
Terungkap pesan pribadi Justin Baldoni yang mengeluhkan perilaku Blake Lively di lokasi syuting 'It Ends With Us'. Dari isu adegan intim hingga gugatan ratusan juta dolar.(IMDB)

KETEGANGAN di balik layar film It Ends With Us mencapai babak baru setelah pesan pribadi Justin Baldoni bocor ke publik. Dalam dokumen pengadilan yang baru dibuka, Baldoni mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap sang lawan main, Blake Lively, yang ia sebut tengah memasang "jebakan" untuk dirinya.

Pesan tersebut dikirimkan pada 30 Desember 2023 kepada mantan agennya, Danny Greenberg. Baldoni mengaku mengalami "minggu yang sangat, sangat buruk" saat berurusan dengan Lively. Pemicu utamanya adalah perselisihan mengenai teknis pengambilan gambar adegan intim.

Perselisihan Adegan Intim

Dalam pesan tersebut, Baldoni, 41, mengklaim Lively, 38, menolak menggunakan pemeran pengganti (body double) untuk adegan seks. Namun justru mendesak agar ada pemeran pengganti untuk posisi Baldoni.

"Itu hanya menjebakku," tulis Baldoni. Ia juga mengeluhkan keputusan Lively yang menolak storyboard buatannya dan memaksa agar kedua aktor tetap berpakaian lengkap dalam momen romantis kunci. "Jika Anda tahu bukunya, ini sangat konyol," tambah Baldoni, merujuk pada materi asli karya Colleen Hoover.

Baldoni menggambarkan situasi tersebut sebagai kekacauan besar. Ia mengaku telah memberikan "95% dari apa yang dia [Lively] inginkan demi perdamaian," namun merasa sangat terkuras bekerja dengan "seorang aktris yang menulis ulang penulis naskah dan sutradara."

Pembelaan Pihak Blake Lively

Menanggapi bocornya pesan tersebut, sumber yang dekat dengan Blake Lively memberikan pembelaan. Menurutnya, pesan-pesan Baldoni tersebut justru menunjukkan niat balas dendam.

"Pesan-pesan ini dikirim hanya setelah Blake memaparkan secara rinci berbagai cara Baldoni dan Heath menciptakan lingkungan kerja yang tidak bersahabat," ujar sumber tersebut. Ia menambahkan bahwa pesan itu mencerminkan kemarahan pribadi Baldoni terhadap prosedur keselamatan yang sebenarnya telah ia setujui secara publik.

Konfrontasi dan Gugatan Hukum

Ketegangan ini dilaporkan melibatkan nama-nama besar lainnya. Pada April 2023, suami Lively, Ryan Reynolds, dikabarkan sempat menangis saat menegur Baldoni karena diduga melakukan fat-shaming terhadap Lively. Insiden ini disebut-sebut disaksikan oleh Taylor Swift dan Hugh Jackman.

Konflik ini akhirnya berujung ke ranah hukum. Pada Desember 2024, Blake Lively menggugat Baldoni atas tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan dengan tuntutan ganti rugi sebesar US$160 juta. Baldoni membantah keras tuduhan tersebut dan sempat mengajukan gugatan balik sebesar US$400 juta, meski akhirnya ditolak oleh hakim pada Juni lalu.

Persidangan kasus ini dijadwalkan akan dimulai pada 18 Mei mendatang, dengan agenda sidang berikutnya pada 22 Januari. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik